TPA Sidoarjo Hasilkan 355,2 Ton Briket Sampah Selama 6 Bulan

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor tinjau TPA Jabon

KBRN, Sidoarjo : Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jabon sejak enam bulan lalu sebagian diolah menjadi bahan bakar alternatif briket. 

Sampai saat ini, sudah 355,2 ton briket dihasilkan dari sampah yang ada di Sidoarjo selama enam bulan ini. Artinya ada sekitar 1000 ton sampah yang habis. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M. Bahrul Amig mengatakan ke depan briket yang dihasilkan akan lebih banyak lagi. 

"Itu yang efektif baru sekitar tiga bulan ke belakang, stabilnya baru tiga bulan lalu. Tiga bulan awal masih trial and error," kata Amig, Rabu (18/5).

Sehingga, ke depan hasil briket yang didapat dalam waktu enam bulan bakal lebih banyak. Artinya sampah yang dikeruk dari TPA juga lebih banyak lagi. 

Saat ini, produksi briket di TPA dalam sehari maksimal bisa 10 ton briket. Sehingga ada sekitar 30 ton sampah yang dikurangi dalam sehari. Sampah yang dikeruk itu adalah sampah yang sudah lama tertimbun di TPA. 

Sebab kalau sampah baru daya lekatnya tinggi. Ada air dan lengket sehingga memperlambat proses pembuatan. Sedangkan sampah lama sudah terurai dan tercampur sehingga proses pembuatan briket lebih cepat. 

"Proyeksinya ke depan sehari bisa produksi 100 ton briket, sehingga bisa sebanding dengan sampah yang masuk ke TPA," terang Amig.

Meskipun sudah ada pembuatan briket dari sampah di TPA, namun masih belum sebanding dengan jumlah sampah yang masuk ke TPA perhari yang sekitar 300 ton lebih. Sehingga, menurutnya masih butuh upaya lebih agar mengurangi jumlah kiriman sampah ke TPA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar