LPA Jatim : 40 SMA/SMK/MA Masuk Kategori Sekolah Ramah Anak

KBRN, Surabaya : 

Keputusan pemerintah untuk menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), di semua jenjang lembaga pendidikan di tengah masa pandemi dengan varian omicronnya, diharapkan juga di imbangi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta jaminan tiadanya kekerasan yang di alami para siswa selama berada di sekolah.

Kepala Bidang Data, Informasi dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M. Isa Ansori, mengatakan, selama masa pandemi mulai tahun 2020 hingga 2021, ada peningkatan kasus kekerasan terhadap anak di sekolah sebesar 100 persen.

"Terjadi peningkatan sebesar 100 %  kekerasan terhadap anak secara keseluruhan di Jatim, tahun 2020 kekerasan terhadap anak berjumlah 186, pada tahun 2021 kekerasan terhadap anak berjumlah 368," ujarnya, Selasa (25/01/2022).

Menurutya, kekerasan terhadap anak harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Dan terkait hal ini, LPA Jatim telah melakukan pendampingan serta penilaian untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Saat ini, kata Isa, setidaknya ada 40 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Jatim yang mendapatkan penilaian A dari LPA Jatim sebagai sekolah yang ramah anak.

"Penilaian terhadap 40 sekolah ini, merupakan hasil kerja sama antara LPA Jatim dengan Dinas Pendidikan Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, Biro Kesra dan Pemrov Jatim," ujar Isa, yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim ini.

Isa mengungkapkan, potensi kekerasan terhadap anak di lembaga pendidikan masih menjadi ancaman serius. Sehingga perlu di rumuskan, bagaimana menciptakan sekolah yang ramah dan nyaman bagi anak dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) khususnya di masa pandemi saat ini.

"PTM ini satu keniscayaan untuk memenuhi hak pendidikan anak, namun lingkungan sekolah yang ramah juga perlu di kedepankan untuk memenuhi hak tumbuh kembang anak," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar