ISAA Asosiasi Kepelabuhan Wadah Agen tak Punya Armada Kapal

KBRN, Surabaya : Asosiasi Kepelabuhanan di Indonesia bertambah. Hal ini menyusul berdirinya Shipping Agencies Association ( ISAA). Hadirnya asosiasi ini mengakomodir perusahaan keagenan tanpa harus memiliki armada kapal.

"Selain itu juga bisa mengageni semua kapal  baik kapal asing maupun kapal Indonesia,” bukan hanya kapal General Cargo, tapi minyak, orang juga bisa kita ageni,” ungkap Sekretaris jenderal ISAA, Aris Hartoyo.

Aris menjelaskan ISAA berbeda dengan asosiasi ke agenan kapa seperti halnya Indonesian National Shipowners Association (INSA). Terkait kinerja ISAA dengan INSA, Aris menyatakan, bahwa keagenan merupakan kepercayaan pemilik kapal, sehingga pemilik kapal bebas dan bisa menunjuk pemegang SIUPAL atau pemegang SIUPKK.

"Semua itu kan  komunikasi be to be ya, selain itu kita kan punya pelanggan masing-masing," tandasnya.

Aris juga menegaskan bahwa  legal standing Keagenan ini  mengacu pada UU Pelayaran no 17 tahun 2008  dan turunanya yaitu PP no 31 tahun 2010. Selian itu juga mengacu PM no 11 tahun 2016 yang di ubah PM no 65 tahun 2019. Yang kemudian disimpelkan di UU Cipta kerja no 11 tahun 2020  dengan PP no 31 tahun 2021dan turunanya PM no 59 dan 12 tahun 2021.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  ISAA Jawa Timur, Romsi Abdullah Abdat menambahkan, hingga kini Jawa Timur sudah mempunyai 3 DPC yakni ada di Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi. Ia melanjutkan untuk selainjutnya daerah lainnya akan menyusul seperti Probolinggo kemudian Tuban Lamongan.

"Kedepanya DPC akan dbentuk di Sumenep Pamekasan," kata Romsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar