Hasil Swab Antigen Memastikan 37 Siswa dan Guru MAN 2 Kota Malang Positif

KBRN, Malang : Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali ke dalam jaringan (daring) setelah satu siswanya dinyatakan positif terpapar Covid-19 dari hasil tes PCR. Selanjutnya, pihak sekolah melakukan swab antigen pada hampir 600 siswa, hasilnya 37 siswa dan guru dinyatakan positif.

Kepala MAN 2 Kota Malang, M. Husnan mengungkapkan, rapid test antigen itu dilakukan setelah sebelumnya 8 siswa dinyatakan positif. Mereka siswa kelas XII yang berada di satu kelas bersama siswa yang pertama kali positif Covid-19.

“Dari 8 anak itu, 6 tidak tinggal di asrama atau ma’had, kemudian 2 lainnya tinggal di asrama. Sehingga kemarin langsung kita lakukan swab antigen pada hampir 600 siswa. Hasilnya ada 3 guru, 28 siswa putri, dan siswa 6 putra yang positif rapid test antigen,” kata Husnan, Rabu (19/1/2022).

“Total 37 orang, mereka langsung isolasi mandiri yang disiapkan sekolah di gedung PSBB. Disana tersedia sekitar 35 kamar,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, pihak sekolah menyampaikan ke Dinas Kesehatan apakah siswa yang positif rapid test antigen perlu dikembalikan lagi ke orang tua. Namun Dinkes tidak memperbolehkan, karena dikhawatirkan justru menyebabkan penyebaran virus.

“Jadi mereka tetap isolasi di sekolah. Kami siap menyediakan segala kebutuhan logistik,” tutur Husnan.

Husnan memastikan jika kondisi siswa dan guru yang melakukan isolasi mandiri di lingkungan sekolah membaik. Apalagi petugas puskesmas dan Dinkes terus memantau. 

“Diantara sekian siswa ada yang tetap sehat, ada juga yang bergejala. Mereka dipantau puskesmas dan dinkes. Kondisi anak yang pertama terpapar Covid-19 juga sudah membaik. Saya optimis ke depan mereka makin membaik,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak sekolah akan melakukan tes PCR agar hasilnya lebih akurat. Pihaknya mengimbau orang tua murid untuk tidak panik, karena pihak sekolah sudah berupaya melakukan penanganan. Namun jika ada orang tua yang menginginkan anak pulang diperbolehkan asalkan hasil swab anak tersebut negatif.

“Kami sampaikan ke orang tua diberikan keleluasaan untuk pulang, asalkan anaknya negatif. Sudah ada beberapa anak yang dijemput orang tuanya,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar