Anak Keluarga Miskin di Sidoarjo Terancam Putus Sekolah

Ilustrasi anak putus sekolah : ist

KBRN, Sidoarjo : Anak keluarga miskin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terancam putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar tunggakan sekolah selama hampir tiga tahun.

Yati Susiwati, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak asal Desa Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo harus menteguhkan hatinya lantaran tunggakan sekolah kedua anaknya selama tiga tahun mulai dipertanyakan pihak sekolah.

"Suami kerjanya kan ngamen penghasilannya ngak tentu. Dulu saya ngamen berdua tapi saat ini saya masih punya bayi baru berumur 1 tahun jadi belum bisa bantu ngamen lagi," kata Susi sesenggukan, Minggu (16/1/22).

Dirinya mengaku lantaran tak bisa membantu sang suami ngamen, biaya anak sekolah yang duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini sudah nunggak selama tiga tahun karena harus membagi pikiranya ke anak bayinya.

"Saya bingung minta bantuan siapa kalau gak segera dibayar anak saya gak bisa ikut Ujian dan putus sekolah," imbuhnya.

Untuk menghidupi keluarga, termasuk biaya sekolah dua anaknya tersebut, dirinya saat ini bekerja serabutan untuk membantu suaminya. Selain harus memikirkan masa depan anak-anaknya, dia juga merawat Tugi Sugiarti, mertuanya, yang sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan.

"Empat tahun lalu orang tua saya ( ibu) mengalami putus saraf tulang belakang dan harus operasi, akhirnya saya pinjam di rentenir dengan jatuh tempo tahun ini," terang istri Ali Usman ini.

Karena terus dikejar rentenir untuk membayar hutang operasi ibunya itu, biaya sekolah kedua anaknya tak terurus hingga menunggak hampir tiga tahun.

"Saya sudah mengirimkan pengajuan bantuan ke yayasan tempat sekolah kedua anak saya, tapi belum ada tanggapan," ungkapnya pasrah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar