Beda Pengakuan Saksi dan Polisi soal Tahanan Kabur di Sidoarjo

Tiga Tahanan diduga kabur dari penjara Polsek Balongbendo. (Foto : ist)

KBRN, Sidoarjo : Sangkalan Polisi terkait dugaan tiga tahanan kabur dari penjara Polsek Balongbendo, Sidoarjo yang terjadi pada Minggu (28/11) berbanding terbalik dengan pengakuan saksi.

Menurut salah satu sumber yang mengetahui kejadian tersebut, tiga tahanan ini kembali tertangkap di Banyuwangi setelah dilakukan pengejaran pasca kabur dengan melubangi tembok Polsek Balongbendo.

"Tiga orang ini tertangkap di pelabuhan Banyuwangi diduga hendak kabur ke daerah lain," terang sumber saat dikonfirmasi, Rabu (1/12).

Dari informasi yang diterima, tiga tahanan ini kabur setelah beberapa hari merencanakan aksinya dan sepakat untuk melubangi tembok Polsek Balongbendo.

Pasca tertangkap di Banyuwangi tiga tahanan ini langsung dibawa ke tahanan Polresta Sidoarjo.

"Tiga tahanan ini langsung dibawa ke Polresta Sidoarjo setelah ditangkap kembali di Banyuwangi, beberapa tahanan lain sempat diajak untuk kabur namun ajakan mereka ditolak," imbuh sumber yang mengetahui kejadian tersebut.

Ditambahkanya, Kini ruang tahanan Polsek Balongbendo dijaga ketat oleh provos.

Namun, pernyataan saksi terkait kaburnya tiga tahanan tersebut berbeda dengan keterangan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Oscar Stefanus Setja mengatakan kaburnya tahanan itu tidak benar.

"Tidak benar itu" jawab singkat AKP Oscar via sambungan Whatsapp pribadinya.

Tak hanya itu, AKP Oscar pun mengungkapkan jika itu adalah berita Hoaks.

Ketiga tahanan yang diduga kabur tersebut, berinisial DDA (29) warga Dusun Sumotuwo 23 / 03 Desa Sumokembangsri Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara narkotika, AW (33) warga Dusun  Penambangan 18 / 04 Desa  Penambangan Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara pencurian kawat. Dan yang ketiga adalah LNN (20) warga Desa Manufui Kec. Biboki Kab. Timor Tengah Utara Prov. NTT yang terlibat dalam kasus pengeroyokan.

Dua dari tiga tahanan yang diduga kabur tersebut berkas kasusnya sudah dinyatakan lengkap atau P21. Ketiga tersangka akan mendapatkan tambahan pasal melanggar hukum. Dan dipastikan akan lebih lama lagi mendekam di penjara karena melarikan diri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar