Gubernur Khofifah Dorong Peningkatan Kerjasama Perdagangan dan Pendidikan dengan Tunisia

Dubes RI untuk Tunisia mengunjungi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Dok. Humas Jatim)

"Jatim ini punya Rumah Kurasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Ada juga Pondok Kurasi dari Dinas Perdagangan. Keduanya telah membantu UMKM kami untuk mencapai standarisasi produk yang dapat diterima oleh pasar nasional maupun internasional," ujarnya. 

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Kadin Jatim menjadi satu-satu Kadin di Indonesia yang memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai standar BNSP. Bahkan Kemendag RI baru saja memiliki export  center pilot project untuk UKM Jatim. Di mana, salah satu programnya adalah menyukseskan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jatim.

"Kalau yang sudah terekspor ke Tunisia dari OPOP ini adalah kopi. Bahkan sudah ada communal brand-nya. Untuk itu, kita harus menyiapkan produk dalam jumlah yang cukup besar. Poin pentingnya adalah formatnya,di mana kita lakukan ini melalui pesantren," tuturnya. 

"Insya Allah dengan usaha ini semua bisa menjadi resonansi terhadap peradaban Islam dunia bagaimana Islam ini, termasuk umat Muslim Indonesia, penuh kasih, damai dan menjadi rahmatan lil 'alamin,"tambah dia. 

Melihat potensi tersebut, Khofifah berharap Dubes Zuhairi Misrawi dapat memberikan dorongan dan mempromosikan beberapa komoditas Jawa Timur kepada publik Tunisia. Ini sekaligus meningkatkan perdagangan kedua belah pihak.

Selanjutnya :

Halaman 2 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar