Kematian Agitha Cahyani : Keraguan Keluarga dan Klaim Polisi

Kasus kematian Agitha Cahyani putri remaja 14 tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur, menyisahkan sebuah kejanggalan. (Foto : Tribunnews)

KBRN, Sidoarjo : Kematian Agitha Cahyani putri remaja 14 tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur, menyisahkan sebuah kejanggalan. Menurut penuturan keluarga, dokter mengatakan Aghita alami kebocoran ginjal.

Namun saat menjelang pemakaman, ibu dan ayah kandung Agitha Cahyani Putri mengaku menemukan darah yang keluar dari hidung Agitha.

Kabar meninggalnya Agitha Cahyani 6 bulan yang lalu sebelumnya dikabarkan ibu kandungnya, Erlita Dewi lewat media sosial. Erlita memosting foto jenazah anaknya itu dengan kondisi hidung yang berdarah. 

Erlita mengaku baru tahu anaknya meninggal saat dikabarkan mantan suaminya. Sejak mereka bercerai, Agitha dan tiga anaknya yang lain memang di bawah hak asuh sang ayah.

Pembongkaran makam almarhum Agitha Cahyani Putri di komplek pemakaman Praloyo akhirnya dilakukan berdasarkan permintaan dari sang ibu kandungnya Ny. Erlita Dewi yang merasa janggal dengan kematian anaknya.

Pembongkaran dilakukan tertutup oleh petugas kepolisian bersam petugas forensik RSUD Sidoarjo pada pada 2 April 2021 lalu.

Erlita yang tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara ini ketika itu sempat bercerita bahwa dia sudah sekitar tiga tahun tidak bertemu dengan putrinya. Dia bercerai dengan suaminya, dan empat anaknya diasuh oleh sang suami yang selama ini tinggal di Sidoarjo.

Saat mendapat kabar bahwa putri sulungnya meninggal dunia, dia tidak bisa langsung ke Sidoarjo.

Karena tidak dapat tiket, Erlita baru bisa terbang ke Sidoarjo hari Minggu. Dia memang berpesan agar jenazah tidak dimakamkan sebelum dirinya tiba di Sidoarjo.

Sebelum putrinya dimakamkan, dia sempat membuka kain kafannya. Dia mengaku melihat ada beberapa kejanggalan. Seperti ada darah di hidung jenazah anaknya, ada memar di dekat hidung sebelah kiri, serta bekas memar di pipi kiri.

Selain itu, dalam gambar yang sempat diunggahnya di media sosial, ada darah di belakang kepala putrinya. Dari situ, Erlita memutuskan melapor ke Polresta Sidoarjo.

Berdasar laporan dari Erlita itulah, polisi bergerak melakukan penyelidikan. Termasuk melakukan pembongkaran makam dan autopsi jenazah Agitha.

Enam bulan berlalu, bahkan sudah hampir tujuh bulan, hasil autopsi Agitha Cahyani (14) tak kunjung keluar. Keluarga pun mempertanyakannya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol , Kusumo Wahyu Bintoro menegaskan jika hasil autopsi terhadap Agitha Cahyani (14) tidak ada unsur kekerasan terhadap tubuh korban.

"Sementara hasil autopsi terhadap tubuh korban (Agitha Cahyani red) tidak ada unsur kekerasan, secepatnya akan kami beri kepastian hukum," tegas Kombes Pol Kusumo, Selasa (26/10/21).

Ditanya apakah kasus ini dihentikan atau di SP3 kan, Kapolresta menegaskan jika pihaknya akan lakukan gelar perkara terkait kepastian hukum kasus Agitha ini.

"Akan kami gelar perkarakan bersama penyidik kami, secepatnya akan kami beri kepastian hukum, senin lah akan kami berikan jawabanya. Intinya hasil autopsi tidak ada kekerasan pada tubuh Agitha Cahyani," pungkasnya.

Lebih jauh Kapolresta menegaskan jika permintaan hasil autopsi yang di minta oleh kedua pihak (pelapor dan terlapor red) tidak bisa kita penuhi karena itu merupakan rangkaian penyelidikan dalam kasus ini.

"Hasil autopsi tidak bisa kita berikan kepada mereka, karena itu merupakan rangkaian penyelidikan kami dalam mengunggkap kasus kejahatan, hanya kalangan penyidik yang tau, tidak untuk diberikan ke pengacara dan lainnya (yang tidak berhak red). Kita pun juga sudah memberitahu terkait perkembangan penyelidikan kasus ini kepihak pelapor," ungkapnya.

Kejari Sidoarjo Hanya Menerima SPDP, Tidak Ada Berkas Perkara 

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Sidoarjo hanya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ) Kasus kematian Agitha Cahyani yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) 6 bulan lalu itu dari Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo.

SPDP tersebut dikirim Penyidik Reskrim pada bulan April lalu, tetapi hingga saat ini pihak Pidana Umum ( Pidum) Kejari Sidoarjo belum menerima berkas lanjutan kasus itu.

"SPDP kasus Agitha Cahyani memang sudah kami terima dari penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo. Hingga saat ini hanya SPDP yang kami terima, untuk berkas lainnya atas kasus tersebut belum kami terima," kata Gatot Hariono, Kasi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum ) Kejari Sidoarjo saat dihubungi via telepon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00