15 Persil Bangunan di Jalan Wonokromo Surabaya di Bongkar

Eksekusi lahan di jalan wonokromo surabaya

KBRN, Surabaya : Juru sita pengadilan Negeri Surabaya melakukan eksekusi lahan di Raya Wonokromo Surabaya. Total 15 persil yang dirobohkan dengan alat berat bego.

Sejak pagi tim gabungan baik dari kepolisian, Satpol PP hingga TNI mengamankan lokasi. Sebelum melakukan pembongkaran tim juru sita PN Surabaya membacakan klausal-klausal atas dasar penggusuran. 

Setelah membacakan berlembar-lembar dasar putusan tersebut juru sita PN langsung meminta warga mengeluarkan semua barang yang ada di dalam rumah 

Djoko Subagyo, juru sita Pengadilan Negeri Surabaya mengatakan pihaknya hanya menjalankan putusan pengadilan. Jika warga tidak berkenan atas penggusuran yang dilakukan bisa mengajukan gugatan ke pengadilan.

"Ini merupakan penetapan eksekusi 15 persil, jadi sudah sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga hari ini kita laksanakan. Tadi kita bacakan 15 penetapan untuk dilaksanakan," ungkap Djoko Subagyo dilokasi, Senin (18/10/2021).

Ia menjelaskan untuk kompensasi ganti rugi warga ada di Pengadilan Negeri Surabaya. Penetapan ganti rugi berbeda-beda. Semua hari ini di eksekusi. Kalau tidak puas silakan ajukan gugatan ke pengadilan," paparnya.

Sementara itu salah seorang warga yang rumahnya digusur menjelaskan, dirinya tidak menolak akan adanya penggusuran, namun demikian kepastian kompensasi juga harus menjadi perhatian, sebab hingga saat ini ganti rugi belum diberikan.

"Pemberitahuan ada dari PN, tapi ada ganti rugi belum keluar. Kita tidak mentutut ganti rugi banyak, kalau saya dapat nya, Rp.290 Juta. Itu belum dapat," terangnya.

Pemkot Surabaya mengklaim tanah yang ditempati warga tersebut merupakan aset milik PD Pasar Surya, sebab itu untuk ganti rugi Pemkot memilih konsinyasi. Lahan yang di eksesuksi tersebut akan digunakan untuk pedestrian.

Eksekusi rumah tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas.  Terpantau kemacetan terjadi sejak di Jalan A Yani hingga Jalan Wonokromo depan RS Islam

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00