Kemenag Minta Polisi Tuntaskan Kasus Penganiayaan Santri di Sidoarjo

Kepala seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Sidoarjo, Ahmad Fathoni (foto : ist)

KBRN, Sidoarjo : Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menyayangkan dugaan aksi kekerasan yang terjadi di dalam pondok pesantren Manba'ul Hikam, Putat Tanggulangin, Sidoarjo yang mengakibatkan satu satri MZ (15) asal Surabaya meninggal dunia pada Senin ( 11/10/2021) malam lalu.

Atas kejadian itu, Kemenag Sidoarjo melalui seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren akan melakukan evaluasi terkait dengan sistem pendidikan di dalam pondok Manba'ul Hikam.

Kepala seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Sidoarjo, Ahmad Fathoni menegaskan jika peristiwa penganiayaan yang terjadi pada senin malam lalu tersebut tidak seharusnya terjadi,  apalagi dilakukan oleh santri senior yang masih di bawah umur. Korban meninggal pun juga masih berusia 15 tahun.

"Kami berharap aparat kepolisian dalam hal ini Polresta Sidoarjo segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap 5 santri Manba'ul Hikam tersebut," ungkap Fathoni, Jumat (15/10/21)

Fathoni menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan sistem pendidikan di dalam pondok Manba'ul Hikam.

"Kami akan lakukan evalusi sistem pendidikan di Ponpes tersebut. Semoga Polresta Sidoarjo  menuntaskan kasus ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol, Kusumo Wahyu Bintoro saat dikonfirmasi belum bisa mengungkapkan kronologis kejadian dan motif pengeroyokan yanf mengakibatkan satu satri meninggal itu. Tetapi Kapolresta tidak menyangkal adanya kejadian pengeroyokan tersebut.

“Rekan Media sabar dulu, ya mohon waktu biar semua (kasus pengeroyokan red) berjalan sesuai dulu. Kami mohon waktu dalam waktu dekat ini nanti kita (satreskrim) akan mengabari perkembangan kasus ini ,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00