Dampak Pembatalan, Daftar Tunggu Haji di Ponorogo Capai 32 Tahun

KBRN, Ponorogo : Salah satu daerah dengan daftar tunggu haji paling lama adalah Kabupaten Ponorogo yakni mencapai 32 tahun. Lamanya antrean Haji di Ponorogo ini dipengaruhi pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji 2021.

Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo HM Tohari mengungkapkan bahwa calon jamaah haji yang mendaftar tahun ini baru bisa berangkat 32 tahun kemudian atau pada tahun 2052. Adapaun jumlah calon jamaah pendaftar di Kabupaten Ponorogo hingga 2021 ini mencapai 13 hingga 14 ribu orang.

Selain faktor pembatalan haji karena pandemi Covid-19, Tohari menjelaskan  bahwa lamanya daftar tunggu juga karena sistem kuota haji yang diterima yang merupakan kuota Haji Provinsi.

Hal ini berbeda dengan provinsi daerah lain yang langsung membreakdown kuota haji Provinsi menjadi kuota haji kabupaten/kota. Hal ini menurut Tohari secara tidak langsung membuat persaingan mendapatkan kuota menjadi lebih padat karena harus bersaing bersama 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.  

“Total daftar tunggu kita untuk calon jamaah haji Ponorogo mencapai 13-14 ribu orang hingga tahun 2021 ini. Dengan estimasi keberangkatan pada tahun 2052 atau masa daftar tunggu mencapai 32 tahun untuk saat ini,” kata HM. Thohari, Rabu (23/6/2021)

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kemenag telah memutuskan tahun ini tidak mengirim calon jamaah haji ke Tanah Suci.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Ini menjadi kedua kalinya Indonesia tidak memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi dampak masih mewabahnya covid-19 secara global. Akibatnya, waktu antrean calon jamaah haji menjadi makin lama. Sebelumnya Kemenag melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana calon jamaah haji aman dan akan diinvestasikan ke bank-bank syariah.

Sementara itu dari 507 Calon Jamaah Haji 2021 kabupaten Ponorogo yang kembali tertunda setelah gagal berangkat pada tahun 2020 lalu sejauh ini dipastikan tidak ada yang menarik dana hajinya. Bahkan dua calon jamaah yang meninggal dunia telah diwakilkan kepada anggota keluarganya masing-masing.

“Sejauh ini tidak ada penarikan dana, ada dua calon jamaah haji kuota 2020-2021 yang meninggal dunia namun tetap berangkat karena dilimpahkan kepada anggota keluarganya. Mereka adalah Sri Banun asal desa Cekok kecamatan Babadan dan Parmi warga Desa Lembah, kecamatan Babadan. Keduanya digantikan keberangkatannya oleh anaknya masing-masing,” papar HM. Thohari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00