TNI-Polri Terlibat Lakukan Tracing Massal di Zona Merah Bangkalan

Petugas medis lakukan swab antigen (Dok. Ist)

KBRN, Surabaya : Guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 varian delta B1.617.2, Pemprov Jatim bersama tim Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim, serta tracer Kabupaten Bangkalan telah melakukan tracing massal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, langkah antisipasi itu, untuk menemukan kasus-kasus positif yang diduga termasuk strain mutasi. Harapannya, dengan tracing dan isolasi cepat ini bisa semakin cepat  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan. 

"Jadi hingga kini, kami terus lakukan genomic surveilance aktif untuk memetakan pola mutasi di Jawa Timur, melakukan tracing dan isolasi massal di daerah kantong infeksi Covid-19," ungkapnya, Selasa (15/6/2021). 

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim untuk melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sejak tanggal 5 Juni 2021. 

"Demi memastikan kasus mutasi tersebut tidak menyebar ke daerah-daerah yang lain," imbuhnya. 

Dalam program kolaborasi tersebut, telah dilakukan secara kumulatif sebanyak 31.578 orang yang telah dilakukan swab antigen, dengan hasil 668 positif antigen dengan hasil akhir 362 kasus dengan hasil swab PCR positif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00