Banyak Jalan Rusak di Lumajang Akibat Kendaraan Besar Melebihi Tonase

KBRN Lumajang : Dinas Perhubungan Lumajang Jawa Timur merasa di rugikan dengan banyaknya jalan yang rusak yang diduga akibat ulah kendaraan berat melebihi tonase. 

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Nugraha Yudha MSi menjelaskan Dinas Perhubungan Lumajang merasa di rugikan karena kendaraan bermuatan berat tersebut melebihi tonase atau kapasitas.

"Jalan yang rusak status jalan Nasional Lumajang sampai Jember dan Lumajang sampai Probolinggo,"Katanya Selasa (15/06/2021)

Namun demikiam pihaknya tidak bisa menyalahkan pihak manapun dan tidak bisa melakukan tindakan tegas terhadap Truk melebihi tonase karena untuk membuktikan jika suatu kendaran dikatakan melebihi tonase harus dengan cara diukur dengan Jembatan Timbang namun sayangnya Jembatan timbang tersebut saat ini sudah tidak beroperasi lagi sehingga sangat kesulitan untuk melakukan tindakan.

Kepala Dinas Perhubungan Lumajang Yudha juga mengatakan jika suatu kendaraan melebihi dimensi maka bisa dilihat karena melebihi dimensi biasanya Truk tersebut dengan cara memodifikasi kendaranya agar bisa mengangkut lebih dari kapasitas sehingga mudah dilihat. 

Ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai melihat kondisi demikian yakni banyaknya jalan yang rusak lantas akan dibiarkan saja, Yudha membantah jika pihaknya optimis kedepan tidak akan terulang lagi dan terus berkoordinasi secara intens dengan pihak pemerintah Propinsi Jawa Timur yakni Balai Pengelola Transportasi Darat -BPTD  yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk mengaktifkan kembali Jembatan Timbang

Selain itu sosialisasi dengan para managemen perusahaan dan para sopir Truk agar tidak melebihi tonase ketika melintas di wilayah Lumajang merupakan pelanggaran dan dapat merusak kondisi jalan merupakan langkah kongrit yang telah diambil. 

Sejumlah formula tersebut diharapkan tidak memperparah kerusakan jalan di Lumajang kedepanya sehingga para pengguna jalan lain tidak merasa dirugikan. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00