Soal Pungli di Taman Pinang Sidoarjo, PKL Merasa Tak Keberatan

KBRN, Sidoarjo : Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Taman Pinang Sidoarjo, mengaku tak keberatan atas adanya pungutan liar.

Pungutan liar tersebut dibagi dua, besaran nominal pungli juga dipukul rata untuk semua pedagang kaki lima, dua ribu rupiah untuk keamanan dan dua ribu rupiah untuk kebersihan yang diduga dilakukan oknum ormas di Sidoarjo.

Iwan (25) salah satu PKL yang berdagang di kawasan Taman Pinang membeberkan alasannya terkait bersedianya membayar pungutan liar tersebut. Dirinya mengatakan peruntukan tarikan itu untuk antisipasi timbulnya keributan antar pedagang atau dari pihak pembeli.

"Kalau untuk tarikan keamanan dan kebersihan sejauh ini saya tidak merasa keberatan, walaupun memang kita tidak mengetahui legal atau ilegalnya tarikan tersebut. Dengan adanya tarikan keamanan memang sangat berpengaruh, selama saya dagang disini tidak ada keributan selain penertiban dari Satpol-PP, " terang Iwan, Senin (14/6/21).

Meski para pedagang di Taman Pinang juga tidak mengetahui adanya tembusan ataupun tanda tangan resmi dari pihak desa setempat, terkait instruksi pungutan uang tersebut para pedagang enggan mempermasalahkannya.

"Ya kita sama-sama tau dan saling menyadari mas.. kalau gakada tarikan kebersihan tempat kit dagang juga pasti kotor, kalau gakada tarikan keamanan juga para pedagang was-was jika terjadi keributan," pungkas Iwan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00