Larangan Mudik, Puluhan Kendaraan Putar Balik di Bundaran Cito

Penyekatan di Bundaran Waru, larangan mudik

KBRN, Surabaya : Hari pertama operasi ketupat dan larangan mudik. Untuk Surabaya ada 13 titik croscek point, salah satunya di bundaran Waru-Cito.

Ada dua jalur penyekatan di Bundaran Cito, yakni untuk kendaraan roda dua dan empat. Penyekatan untuk kendaraan roda dua terdiri dari tiga lajur. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dijadikan satu lajur.

Petugas gabungan dari polri, TNI, Dishub, Satpol PP,  Linmas melakukan pemeriksaan ataupun screening kepada pengendara maupun masyarakat yang masuk ke Surabaya.

Petugas gabungan, di lajur khusus kendaraan roda dua, kendaraan yang bukan plat L diminta kelengkapan surat-surat kendaraan dan identitas diri. Bagi yang tidak bisa menunjukan SIKM (surat izin keluar masuk) langsung diputarbalikkan.

Hal yang sama juga dilakukan di lajur khusus kendaraan roda empat, plat nomor kendaraan di luar Surabaya langsung diputarbalikkan. Tidak hanya itu, petugas juga memeriksa truk-truk dan juga mobil box yang dianggap mencurigakan.

Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Ari Galang Saputro mengatakan, di hari pertama penyekatan, ada puluhan kendaraan roda empat dan roda dua yang putar balik. 

"Mereka rata-rata plat nomor nya dari luar kota atau di rayon luar Surabaya. Ini gabungan dari institusi kota Surabaya," Ungkap Kompol Ari Gilang, di Bundaran Cito, Kamis (6/5/2021).

Di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, ada 13 titik penyekatan dengan melibatkan petugas gabungan sekitar 750 personel. Truk dan mobil boks masih diperbolehkan masuk jika mengangkut logistik. Namun, untuk menghindari penyalahgunaan, maka oleh petugas juga dilakukan pemeriksaan.

"Kalau untuk mengangkut barang-barang logistik kami perbolehkan, selama tidak untuk mengangkut orang atau disalahgunakan untuk mudik, maka kami perbolehkan, seperti itu," kata Galang.

Ia menegaskan, untuk mudik lokal Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bangkalan, tetap tidak diperbolehkan, kecuali untuk bekerja dan wajib disertai surat tugas.

Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, untuk warga yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi akan diputar balik.Bagi yang menggunakan travel akan dilakukan tindakan represif penindakan dengan tilang. Untuk kendaraan bermotor akan dilakukan penyitaan dan akan dilepas sampai lebaran selesai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00