13 Titik Perbatasan di Surabaya Dijaga Ketat Dalam Larangan Mudik Lebaran

KBRN, Sidoarjo : Penyekatan dalam larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei mendatang makin dimantapkan oleh Polisi bersama Dinas Perhubungan Surabaya. Sebelumnya dikabarkan hanya 6 titik perbatasan yang akan dilakukan penyekatan, namun kali ini penyekatan ditambah hingga 13 titik.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra mengatakan pihaknya sudah mengelar rapat koordinasi. Rakor tersebut dihadiri Pemkot Surabaya, TNI, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polres Gresik, Polres Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan serta Dinas Perhubungan dari masing-masing daerah di Gerbang Kertosusila.

Rakor tersebut membahas kesiapan jelang operasi ketupat dan juga terkait kebijakan pemerintah terkait larangan mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang berupa penyekatan dan screening kepada pengendara.

"Khusus di wilayah Kota Surabaya, nanti ada 13 titik yang rencananya kita akan melakukan penyekatan di batas kota dan screening, termasuk exit tol," ungkap Teddy, Rabu (14/4/21).

Teddy merincikan 13 titik penyekatan di perbatasan Surabaya yakni Terminal Benowo, Terminal Osowilangun, Exit Tol Masjid Al Akbar, depan PMK Sier, eks Pasar Karang Pilang, Exit Tol Gunungsari-Malang, Exit Tol Gunungsari-Gresik, SP3 Lakarsantri, Depan Cito Dishub Kota Surabaya, Exit Tol Simo Surabaya, Exit Tol Satelit, Jalan Rungkut Menanggal, dan MERR Gununganyar.

Sedangkan terkait sanksi bagi yang nekat melanggar, maka akan diputar balikkan ke daerah masing-masing. Seperti saat penerapan PSBB di Kota Surabaya.

"Nanti sama, sanksi akan diputarbalikkan (kendaraan). Intinya ini kan sudah secara nasional juga. kalau secara nasional ada 330 titik penyekatan. Khusus jawa timur nanti ada 7 titik penyekatan di batas provinsi. di internal Jawa Timur di masing-masing daerah juga membatasi warganya agar tidak keluar daerah," ungkap Teddy.

Sedangkan terkait aglomerasi, Teddy menjelaskan jika para pekerja di perbolehkan keluar masuk kota Surabaya. Saat di check point, pengendara diharapkan menunjukkan identitas masing-masing dan juga surat keterangan dari tempat kerjanya masing-masing.

"Intinya kalau orang bekerja, kalau masih lingkup pekerjaan masih diperkenankan. Syaratnya menunjukkan surat keterangan dari perusahaan masing-masing. Mungkin polanya sama kayak PSBB," pungkas Teddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00