Surabaya Bisa Jadi Pioner Transportasi Hijau Indonesia

Dokumentasi Bike to Work Indonesia

KBRN, Surabaya ; Kota Surabaya dinilai memiliki potensi besar sebagai pioner transportasi hijau di Indonesia. Menurut Ketua komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia Poetoet Soedarjanto, transportasi hijau bisa tercipta jika Surabaya membangun akses untuk pejalan kaki, sepeda, dan angkutan massal.

Poetoet menjelaskan, Surabaya punya modal sangat besar untuk menjadi kota yang memiliki transportasi ramah lingkungan. Faktor utama adalah jalan yang lebar. Menurutnya, tidak ada kota di Indonesia yang memiliki jalan protokol selebar di Surabaya.

"Saya punya kantor di dekat Tugu Pahlawan. Di sana kan sebenarnya sedikit pinggir. Tapi di sana jalannya juga lebar. Trotoarnya lebar," ungkap pria asli Madiun tersebut.

Ia menambahkan Surabaya bisa belajar dari Belanda. Pada tahun 70an masalah di Negeri Kincir Angin hampir sama dengan yang ditemui di Indonesia saat ini. Macet di mana-mana. Angka kecelakaan dan polusi udara tinggi. Pemerintah Belanda akhirnya menutup jalan untuk kendaraan pribadi. Sebagai gantinya, pemerintah Belanda mempersiapkan angkutan massal dan mempersiapkan jalur sepeda yang sangat baik. Dari situ ada perubahan drastis. Oleh karena itu, dengan potensi sangat besar, Poetoet berharap Surabaya bisa menjadi motor transportasi hijau di Indonesia.

"Kalau angkutan massalnya bagus, kemudian jalur sepedanya di tata rapi, Surabaya dengan radius kota seperti itu, seharusnya lebih banyak pengguna sepeda dan angkutan massal," tutup Poetoet.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00