Pernyataan Sikap Soal RUU HIP Mewarnai Haul Bung Karno Di Kediri

Haul Bung Karno di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri digelar dengan Protokol Kesehatan Covid-19.

KBRN, Kediri: Pernyataan sikap tentang RUU HIP (Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila) oleh sejumlah masyarakat di Kediri, mewarnai Agenda Haul Bung Karno Ke-50, di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

"Pada Haul Bung Karno ke-50 yang diperingati tahun ini, diwarnai Pembacaan Sumpah Jati Diri Bangsa dan Peranyaan Sikap Terkait Persoalan RUU HIP," kata Juru Bicara Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, Kushartono, dalam siaran pers di Kediri, Senin (22/6/2020).

Menurut Kushartono, Haul Bung Karno di Situs Ndalem Pojok Kediri yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juni ini, telah dimulai dari pagi hingga malam hari. Ragam acara ini, meliputi Khataman Al Qur'an, Tahlil, Doa Kautsaran, Mocopat dan Doa Lintas Agama. Ada juga sesi Dialog interaktif, Penampilan Musik, Puisi dan Teater, serta Terakhir Pernyataan Sikap dan Selamatan.

"Semua kegitan inilah di antara yang unik dan berbeda pada peringatan Haul Bung Karno di Kediri dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Kushartono.

Mengenai Pembacaan Sumpah, tambah Kushartono, agenda ini  diikrarkan bersama-sama oleh semua undangan yang hadir. Pengucapan ini, di antaranya mereka bersumpah tidak akan meninggalkan Pancasila (Jatidiri Bangsa) kapanpun, di manapun dan apapun resikonya.

"Pernyataan sikap dan pembacaan sumpah ini merupakan dua hal yang menyatu," katanya.

Ia mengemukakan, Sumpah dan Pernyataan Sikap ini adalah dwi tunggal yang tidak bisa dipisahkan. Lantaran, munculnya pernyataan sikap itu memang terlahir dari kesadaran Sumpah Jati Diri Bangsa  sudah dimunculkan di Ndalem Pojok, pada 28 Oktober 2019.

"Saat itu tepat pada Hari Sumpah Pemuda. Saya rasa tanpa sumpah pernyataan tidak akan memiliki roh, tanpa pernyataan sumpah tidak akan sempurna," kata Kushartono, yang juga menjabat Ketua Harian Persada Soekarno Kediri.

Lebih lanjut, Ketua Panitia Pelaksana Haul Bung Karno, di Situs Persada Sukarno Kediri, Sikan Abdillah, menerangkan, meskipun tampak dengan penuh semangat, namun terkait adanya peraturan pemerintah mengenai Protokol Kesehatan Covid-19, acara yang diselenggarakan hanya direalisasi secara terbatas. Panitia lebih memaksimalkan syiar Haul secara  secara visual digital.

"Kami mengajak saudara-saudara mengikuti acara secara online dari FB, IG dan Channel Youtube yang kami sediakan," ulas Sikan Abdillah.

Walau begitu, Sikan Abdillah mengatakan, pihaknya justru bersyukur dengan cara tersebut,  maka ada hikmah bagi saudara-saudara di segenap penjuru Tanah Air. Bahkan, di berbagai belahan dunia manapun bisa mengikuti secara langsung di rumah masing-masing. (ac) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00