Hidup Berdua, Kakak Adik Ini Senang Dapat Bantuan dari Khofifah

Utusan Gubernur memberikan Bantuan (Foto: Istimewa)

KBRN, Surabaya : Akbar dan Fariz tak kuasa menahan haru saat utusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengantarkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.

Mereka adalah dua kakak beradik yang kini hidup sebatang kara di sebuah perkampungan Kawasan Bulak Rukem, Surabaya. Ibu mereka meninggal pada Minggu lalu (31/6/2020). Menyusul sang ayah yang telah berpulang sejak dua tahun silam.

Akbar hanya berharap agar Gugus Tugas Covid-19 Surabaya lebih maksimal. Bukan tanpa alasan jika Akbar memiliki harapan demikian. Sejak kabar beredar jika mendiang ibunya terkonfirmasi positif Covid-19 memang sempat membuat mereka terpukul.

"Masalahnya kerja per-kelurahan kadang tidak sinkron. Kalau mungkin gugus tugas itu harusnya ada di kelurahan dan seharusnya ada patroli yang ditugaskan untuk berputar-putar di daerah kelurahan," terang Akbar, Rabu (3/6/2020).

Selain itu, ia juga mengaku belum mendapatkan bantuan moril maupun materiil dari Pemerintah Kota Surabaya.

"Masih tidak ada bantuan cuma hanya semprotan disinfektan saja di sekitar rumah warga," imbuhnya.

Dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut ia sedikit lega. Setidaknya untuk melanjutkan hidup dalam beberapa hari ke depan. Bantuan berupa sembako dan uang tunai seolah melengkapi bantuan inisiatif dari warga untuk menunjang mereka sehari-hari.

"Harapan saya semoga banyak yang mendapatkan bantuan seperti ini pada orang-orang yang memang terdampak positif Covid-19," ungkap Akbar.

Sementara itu, Sumadi, tetangga depan rumah Akbar dan Fariz menuturkan, jika sebagai tetangga pihaknya merasa simpati atas musibah yang terjadi pada mereka.

"Karena untuk sementara itu banyak warga mengasihkan makanan selebihnya untuk komunikasi warga rasanya agak takut karena ada informasi kena Covid-19. Jadi secara langsung warga nggak ada yang berani hanya ada sedikit partisipasi dari warga saja," tutur Sumadi.

Sedangkan, lanjut Sumadi, dari Pemkot Surabaya memang belum ada tindakan selanjutnya. Hanya partisipasi dari warga yang merasa simpati terhadap Akbar sama Fariz.

"Selebihnya belum ada tindakan dari Pemkot Surabaya. Untuk bantuan belum ada," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00