Bekerja Sama-sama, Solusi Polres Kediri Tangani Masalah Penambang Pasir

KBRN, Kediri: Polres Kediri berupaya memberikan solusi terbaik atas kasus penambang pasir legal dan konvensional di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yakni dengan bekerja sama-sama. Hal ini karena kedua belah pihak memiliki kesamaan tujuan, yaitu mendapatkan penghasilan dari mata pencaharian mengangkut pasir.

"Dari kejadian demo ratusan sopir pengangkut pasir Senin kemarin (10/2/2020) di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, kami akhirnya melakukan pertemuan dengan berbagai pihak. Hal ini, agar ditemukan pemecahan masalahnya," kata Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, S.I.K., M.H, usai menggelar Acara Ngopi Bareng bersama kalangan jurnalis, di Aula Mako Polres Kediri, Selasa (11/2/2020). Dalam pertemuan ini, ungkap AKBP Lukman, hal yang pertama adalah untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, khususnya antara sesama penambang pasir. Hal kedua, Polres Kediri sengaja mempertemukan pihak CV yang memiliki izin legal, termasuk juga dengan instansi terkait. "Dalam hal ini kami mempertemukan para penambang pasir dengan lembaga BPWS, hingga instansi dari lingkungan hidup dan dari PUPR. Semuanya kemarin, sudah saya didatangkan," katanya. Untuk perkembangan masalah ini, tambah AKBP Lukman, sampai sekarang menunjukkan hasil yang cukup baik. Bahkan, kedua belah pihak dalam hal ini yang legal dan yang konvensional itu mereka berkenan bisa berjalan bersama dan beriringan. "Namun, kita tidak bisa mengesampingkan yang legal dan di satu sisi yang konvensional atau yang manual ini juga warga kita. Mereka ini juga sama-sama mempunyai mata pencaharian di sana," katanya. Dengan begitu, harapan AKBP Lukman, pada permasalahan ini, para penambang pasir bisa berjalan tanpa mengesampingkan, yang saat ini beroperasi dan belum punya izin. "Ke depan, kami secepatnya akan mengadakan pertemuan lagi. Karena ini, tahapannya tidak bisa sekali dua kali bertemu, sehingga akan direncanakan pertemuan berikutnya, di mana intinya tetap semua kedua belah pihak harus diakomodir dan semuanya berjalan," katanya. Sebagai informasi, pada Senin (10/2/2020), para penambang pasir se-Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri menuntut Ketua DPRD Kabupaten Kediri agar mendesak Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono untuk membebaskan tiga rekan mereka yang ditahan. Namun, setelah berdiskusi dengan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, ketiga sopir itu akhirnya dibebaskan oleh Kapolres Kediri.   Saat beraksi, mereka juga membawa serta sejumlah truk pasir dan memblokade jalan Soekarno-Hatta, Katang, depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Sebagai dampaknya, polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas jurusan Kota Kediri - Pare, ke jalan alternatif. (ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00