Polda Jatim dirikan 95 Posko Mudik SOP Covid-19

KBRN, Surabaya : Kepolisian Daerah Jawa Timur mendirikan sebanyak 95 posko mudik Lebaran 2020. Posko itu tersebar di 39 Kabupaten dan Kota dengan SOP protokol Covid-19.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, posko lebaran instruksi Kapolda Jatim Irjen Pol Luky Hermawan. Posko itu nantinya kata Truno digunakan sebagai tempat observasi bagi para pemudik.

"Kapolda Jatim sudah meminta ke seluruh jajaran untuk membuat posko di tempat seperti terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara. Sejauh ini sudah terbentuk 95 posko yang ada di jajaran 39 Polres atau Polrestabes," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Jumat, (3/4/2020).

Ia melanjutkan Posko tersebut 

akan memantau kondisi para pemudik yang datang dari berbagai daerah ke Jatim. Sehingga Pemprov melalui Gugus Tugas COVID-19 mudah memetakan pemudik tersebut sehat atau tidak.

"Posko ini nantinya bagian dari Gugus Tugas. Mekanismenya para saudara-saudara kita yang kembali ke kampung halaman ini wajib dilakukan pengecekan di posko. Karena statusnya ketika datang sudah sebagai ODP (orang dalam pemantauan)," katanya.

Di posko tersebut pemudik dilakukan observasi terlebih dahulu, seperti mengecek suhu tubuh dengan thermal gun. Apabila ada indikasi seperti batuk pilek, pihak kepolisian nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat yang kemudian dilakukan isolasi mandiri 

"Kemudian setelah ada indikasinya, tentu Polres-polres, juga akan mengkoordinasikan untuk menjemput dan mengantarkan ke rumah sakit rujukan untuk dilakukan rapid tes," ujarnya.

Perwira dengan tiga melati emas menambahkan, dalam posko tersebut pemudik akan didata identitasnya. Pihaknya juga akan memperdayakan perangkat dari tingkat RT, RW hingga kelurahan.

"Kapolres-kapolres telah mendapat perintah dari Kapolda Jatim untuk melakukan pengecekan 1x24 jam seperti tamu wajib lapor. Dengan harapan jika terjadi apa-apa bisa ditangani di tempat secara langsung," ucapnya.

Jika berdasarkan observasi tersebut, pemudik sudah aman atau sehat, maka bisa masuk daerah area kampung tersebut. Pemudik tersebut akan mendapat catatan sehat dari dinkes setempat dan diperbolehkan masuk.

"Pemudik mendapat catatan dari dinas kesehatan terkait yang memang kompeten bahwa yang bersangkutan sehat dan bisa bergabung," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00