Jumlah Temuan Barang Terlarang di Koper Jamaah Menurun

  • 19 Mei 2025 01:26 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Embarkasi Surabaya, telah memberangkatkan 56 kloter hingga Minggu (18/5/2025) malam. Total 21.254 jamaah telah berangkat, jumlah ini sekitar 58 persen dari total keseluruhan jemaah sebanyak 36.845 orang. Plh Sekretaris PPIH, Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menyebut koper dan tas yang dibongkar menurun dibandingkan tahun lalu.

"Instruksi pembongkaran koper telah diberikan sejak awal kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota," ucap Sugiyo.

"Pembongkaran dilakukan di daerah sebelum koper dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Tujuannya agar barang melebihi batas atau dilarang bisa dicegah sejak awal."

Dikatakannya, barang terlarang yang sering ditemukan yaitu rokok lebih dari 2 slop dan powerbank di atas 20.000 mAh. Petugas juga menemukan penempatan barang yang tidak sesuai aturan penerbangan.

"Powerbank hanya boleh dibawa dalam tas kabin atau tas tenteng. Jika ditemukan di koper, akan dibongkar," katanya.

Sebaliknya, benda tajam seperti pisau, silet, dan gunting kuku hanya boleh masuk koper bagasi. "Jika ditemukan di tas tenteng saat pemeriksaan, benda tajam akan diamankan petugas," ujar Sugiyo.

Cairan di kabin dibatasi 100 ml per wadah, dimasukkan ke plastik transparan maksimal 1 liter. Batasan ini berlaku untuk cairan, aerosol, dan gel seperti sabun, sampo, parfum, dan sejenisnya.

"Cairan melebihi 100 ml akan diamankan oleh petugas."

Gelombang dua dimulai dari kloter 51 dan jamaah calon haji dihimbau mengenakan ihram sejak dari Embarkasi Surabaya. Mereka akan terbang dari Bandara Juanda menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

Disisi lain, Sugiyo juga menyampaikan kabar duka dari Tanah Suci. Satu jemaah asal Surabaya, Soesanto Soemantri Notodiarjo (73), wafat Sabtu (17/5/2025) pukul 21.30 Waktu Arab Saudi. Almarhum tergabung dalam kloter 16 dan telah dimakamkan di Komplek Pemakaman Baqi, Madinah.

"Dengan ini, total lima jemaah Embarkasi Surabaya telah wafat. Dua wafat di RS Haji, satu di pesawat, dan dua di Arab Saudi," ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....