Konsumsi Buah Kiwi Sebelum Tidur Ternyata Mampu Atasi Insomnia

Foto: istimewa

KBRN, Malang: Insomnia atau gangguan sulit tidur kerap menjadi salah permasalahan yang kerap dialami sejumlah orang. Namun kandungan buah kiwi ternyata mampu menjadi pengobat masalah gangguan tidur ini. Hal itu berdasarkan hasil temua yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Temuan ini berawal ketika salah seorang mahasiswa bernama Maulana Rafsanjani Miftah seringkali kesulitan tidur, padahal ia begitu lelah. Demi mengobati insomnia yang ia derita, mahasiswa asal Malang ini akhirnya melakukan penelitian mengenai cara pengobatan insomnia melalui buah kiwi. 

Maul, sapaan akrabnya, bercerita bahwa ide ini tidak sengaja ia temukan ketika sedang asik berselancar di internet. Ia menemukan beberapa artikel ilmiah mengenai cara pengobatan dan penyembuhannya. Dari situlah Maul akhirnya penasaran bagaimana buah kiwi dapat membantu menyembuhkan insomnia. “Sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang membahas tentang hal ini,” kata mahasiswa jurusan kedokteran tersebut, Selasa (26/1/2021).

Akhirnya, Maul mengajak dua temannya Nabila Mufti Karis dan Chandra Ayu Kumala Sari untuk meneliti manfaat buah kiwi tersebut. Mereka mengikutsertakan ide ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P). “Kami bersyukur pengajuan penelitian ini lolos sampai ke tahap pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti),” ungkapnya.

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Maul dan tim, dirinya menemukan bahwa mengkonsumsi dua buah kiwi sebelum tidur menghasilkan peningkatan yang signifikan pada jumlah waktu tidur seseorang. “Efek ini berkaitan dengan tingginya tingkat antioksidan, flavonoid, karotenoid, dan antosianin yang ditemukan dalam kiwi.  Stres oksidatif merupakan penyebab utama dari gangguan tidur pada penderita insomnia. Beberapa zat yang ditemukan dalam buah kiwi diasumsikan dapat menurunkan stres tersebut,” paparnya.

Ia mengungkapkan jika penelitian ini telah diselesaikannya pada bulan Oktober tahun lalu. Kini mahasiswa i tinggal menunggu proses penerimaan jurnal dari Health Science Journal of Indonesia. Kami berharap dengan penelitian yang telah kami lakukan dapat memberi edukasi baru kepada masyarakat terkait dengan manfaat buah kiwi pada penyakit insomnia” tutur Maul.

Dalam proses penelitian ini, Maul bercerita bahwa dirinya dan tim mengalami beberapa. Salah satunya tidak diperbolehkan untuk melakukan penelitian langsung di lapangan. 

“Rencananya kami akan meneliti langsung lewat beberapa subjek yang telah kami pilih. Namun karena situasi sedang pandemi, Ditjen Dikti akhirnya mengubah beberapa aturan dalam penelitian. Akhirnya kami hanya bisa melakukan penelitian melalui beberapa jurnal luar negeri yang telah membahas topik tersebut,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00