Potret Resepsi Perkawinan Normal Baru di Surabaya

Potret Suasana Resepsi Pernikah Normal Baru.

KBRN, Surabaya : Kota Surabaya memang selalu menjadi terdepan dalam berbagai hal, termasuk ketika mampu mengendalikan Covid-19 menjadi bagian kehidupan warga kota pahlawan.

Sabtu, 17 Oktober 2020, di Gedung Barunawati Surabaya, berlangsung acara akad nikah dengan kehidupan normal baru (baca, normal baru) dari kapasitas sekitar 500 orang, tertata rapi dengan kursi dan tempat akad nikah dan pelaminan. Sebuah potret baru budaya baru acara resepsi perkawinan di Surabaya.

Tidak kurang 300 orang hadir dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan sebelum masuk gedung, kemudian diukur suhu tubuh saat masuk pintu gerbang utama.

Akad nikah dan Resepsi pernikahan Saniyya Syarif Hamdoen putri Syarif Hamdoen dengan Wahbi Ahmad Amhar, berlangsung seperti akad nikah dan resepsi (sebelum ada Covid-19) semua berjalan normal. Juga dihadiri ratusan undangan dengan pola hidup baru, memakai masker.

“Alhamdulillah kami mematuhi persyaratan Kenormalan baru atau normal baru dengan menggelar akad nikah dan resepsi pernikahan dengan mengundang sahabat dan kerabat, seperti saat ini. Dimana hampir seluruh undangan hadir memenuhi gedung,” kata Syarif Hamdoen, penyelenggara acara, Sabtu (17/10/20).

Syarif mengatakan, kehadiran para undangan pada masa transisi di masa pandemi Covid-19 dengan tertib protokol kesehatan sangat mendukung kesuksesan acara ini.

“Terima kasih kepada semua undangan, eman dan kerabat sudah mensukseskan acara akad nikah dengan sebagian besar undangan laki-laki, dan resepsi dengan sebagian besar undangan perempuan dengan tertib. Ini penting karena harus mendukung program pemerintah normal baru dengan budaya baru memakai masker dan menjaga kebersihan,” ujar Syarif.

Beberapa undangan tokoh Ampel, menyatakan sangat senang dapat menghadiri undangan dengan transisi normal baru untuk perubahan acara dengan memakai masker, menjaga kebersihan, dan mengukur suhu tubuh. 

“Ini sangat baik, untuk memberi contoh bahwa akad nikah dan resepsi bisa diselenggarakan dengan mengundang saudara, sahabat dan kerabat asal tertib protokol kesehatan,” kata Zubaidi. (JT/@)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00