Kapolresta Sidoarjo, Himbau Pasar Maulid di Tiadakan Sementara

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji. FOTO: ISTIMEWA

KBRN, Sidoarjo: Kapolresta Sidorjo Kombes Pol Sumardji menghimbau kepada Masyarakat untuk mentiadakan pasar malam dalam perayaan peringatan hari Maulid Nabi Muhammad Saw pada tanggal 29 oktober mendatang.

Perayaan pasar malam atau masyarakat Sidoarjo menyebutnya dengan Pasar Mulud (Jawa-red) malam hari, seperti di kawasan Desa Sarirogo, Kecamatan/Kota Sidoarjo dan Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono yang digelar selama dua malam itu diharapkan tidak ada di masa pandemi ini.

"Saya sudah menghimbau kepada Kapolsek setempat untuk disampaikan kepada masyarakat diwilayahnya yang terdapat masar maulid (Pasar Maulid) untuk tidak mengadakan dulu," ujar Kombes Pol Sumardji kepada RRI, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan Sumardji, meski hal itu menjadi budaya rutinan oleh sebagian wilayah masyarakat sidoarjo, pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan itu bisa mengundang kerumunan masa, membuat semua hari penting dirayakan dengan sederhana. Bahkan perayaan serupa lainnya pun juga diharap untuk dirayakan secara sederhana.

"Saya sudah mendapat informasi, adanya pasar malam untuk peringatan Maulid Nabi. Namun, sudah saya sampaikan himbauan melalui Kapolsek untuk sementara meniadakan. Untuk sementara kita puasalah untuk tidak mengadakan Pasar Maulid," tegas Kapolresta 

Selain itu, Kapolres menegaskan, mengingat saat ini wilayah Kabupaten Sidoarjo dalam masa menuju Zona Kuning sebagai wilayah terdampak covid, memohon partisipasi dan kesadaran bersama ikut serta dalam memutus mata rantai penyebaran, agar wilayah kita bisa menjadi zona kuning.

"Kita berharap seluruh masyarakat mengertilah, jangan sampai usaha kita menuju zona kuning ini gagal. Nanti kalau Sidoarjo malah menjadi zona merah malah sisa-sia kerja keras masyarakat dan para petugas," pungkasnya.

Sementara, Jainul warga Sidoarjo mengatakan mendukung langkah pemerintah, ia mengakui bahwa dilihat dari sisi budaya dan tradisi memang ada yang kurang bagi masyarakat Sidoarjo, jika pasar malam Maulidan tidak ada atau libur. Namun, dalam memperingati Maulud Nabi ditengah pandemi ini, ia lebih memilih merayakan secara sederhana di lingkungan rumah dari pada mengajak keluarga, sanak saudara ke pasar malam. 

"Tapi menurut anjuran pemerintah kan memang tidak boleh ada kerumunan dan harus menjaga jarak sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan. Untuk saya sendiri bisa dilakukan hal-hal positif lainnya seperti mengaji bersama keluarga mengikuti tausiah majelis ilmu di tempat tinggal masing-masing tentunya dengan protokol kesehatan," ujar Jainul.(and)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00