Tiga Oknum LSM GMBI Pengroyok Dokter Jaga di Banyuwangi Ditangkap

KBRN, Surabaya : Polisi terus mengembangkan kasus pengroyokan dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi. Setelah menahan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Banyuwangi, Subandik (37), polisi kembali menangkap dua tersangka lain, keduanya juga merupakan anggota GMBI

Kedua tersangka yakni Mathari alias Hariri (34), warga Dusun Krajan RT 05 RW 10 Wongsorejo, Banyuwangi dan Hariyono (34), warga Dusun Karangrejo Selatan RT 01 RW 01 Wongsorejo, Banyuwangi. 

"Kami dari Direktorat Reskrim umum Polda Jatim akan menyampaikan informasi terkait dengan kasus tindakan penganiayaan atau kekerasan bersama-sama, dimana saat ini kita sudah menahan ada 3 orang tersangka," kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andreas Ratulangi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (10/8/2020).

Menurut Pitra saat ini ketiga pelaku telah menjalani penahanan. Pihaknya juga terus mengumpulkan bukti-bukti lain untuk melakukan penyidikan mendalam.

"Saat ini mereka bertiga sudah kita lakukan penahanan untuk proses hukum selanjutnya," terangnya.

Sementara Medico Legal menyebut kasus pengeroyokan oleh oknum LSM terhadap M. Kaharuddin Mirzani, seorang dokter IGD RSUD Blambangan, Bayuwangi, Jawa Timur, Senin 27 Juli 2020 menjadi catatan hitam dalam dunia layanan kesehatan. 

Dalam hal ini Medico Legal telah memintah klarifikasi dan jawaban terhadap pihak Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur. 

Hasil kalirifikasi dan jawaban terhadap IDI Jatim dan PERSI Jatim,  Medico Legal merumuskan 3 point pernyataan sikap. 

1. Medico Legal mengutuk dan mengecam segala bentuk aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan dalam hal ini kepada dokter di negara hukum yang berasaskan demokrasi karena bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.  

2. Mendesak Komnas HAM dan Kepolisian untuk mengusut peristiwa tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan oknum LSM terhadap dr. M. Kaharuddin Mirzani sekaligus transparan mengumumkan kepada publik hasil pengusutan serta penyidikan kasus tersebut.   

3. Mengajak kepada suluruh komponen masyarakat untuk mendukung dan mengawasi proses hukum kekerasan yang dilakukan oknum LSM terhadap dr. M. Kaharuddin Mirzani.      

Atas perbuatannya, pelalu dijerat pasal 170 junto 351 dan/atau junto 214 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap seorang pegawai negeri yang tengah melaksanakan tugas. Tersangka terancam 8 tahun hukuman kurungan penjara

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00