Semua Pihak Diajak Risma Cegah Covid 19

KBRN, Surabaya : Dengan menggunakan masker warna putih dan berjejer bersama unsur forkompimda lainnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan tujuannya mengundang para pejabat, ormas, ketua organisasi profesi ke Pemkot Surabaya.

Risma sengaja menggelar rapat penanganan virus corona di Gedung Sawunggaling, Surabaya meski dirinya juga was was untuk mengundang ratusan orang disatu ruangan, tapi ini dirasanya sangat penting.

Sebelum acara dimulai sejak awal undangan sudah diwanti wanti menggunakan masker, dan dilantai pertama loby seluruh undangan diperiksa suhu tubuh menggunakan thermogun serta cuci tangan dengan sanitizer. Untuk yang bersuhu tubuh 37,5 derajat celcius ditolak masuk.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, acara ini diadakan untuk membuat protokol kesehatan di masing-masing instansi/perusahaan di Kota Surabaya. Hal itu dilakukan agar bisa menekan angka penyebaran virus corona.

"Saya tidak ingin ada lockdown, karena jika itu terjadi maka korbannya warga miskin yang hanya bisa bertahan tiga hari saja" ujarnya saat membuka pertemuan.

Risma memberi contoh penerapan protokol kesehatan. Saat ada pekerja/pegawai instansi yang tengah mengalami gejala demam, batuk, pilek, disertai suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius, maka pekerja/pegawai tersebut tidak boleh bekerja dan harus segera tinggal di rumah.

Risma menyatakan langkah yang diambil Pemkot adalah melakukan disinfektan ditempat tempat umum, tempat layanan publik. Kedua akan memasang tempat cuci tangan portable di tempat strategis di kota Surabaya ,seperti yang terpasang di pemkot. Semuanya akan dilengkapi sanitizer. Pihaknya juga membagikan sanitazer ke tempat umum, seperti terminal, stasiun kereta.

"Saya ingin penumpang bis cuci tangan sebelum naik, oleh karena itu saya siapkan sanitizer disana" ungkapnya.

Tidak hanya itu, Tri Rismaharini juga akan membagikan sanitizer untuk sopir grab dan gojek, termasuk ojek on line.

Sementara itu utusan perwakilan pengelola Mall menyatakan, pihak mall telah melakukan sterilisasi dan disin fektan rutin setiap mau tutup toko. Dalam waktu dekat juga pemeriksaan pengunjung mall akan diperketat dengan thermogun.

Dipaparkan bahwa saat ini jumlah pengunjung sudah terasa turun antara 25 sd 30 persen.

Hadir dalam pertemuan ini para pimpinan kantor, lembaga, organisasi dan ormas serta pengusaha hiburan malam, pengusaha hotel, fkub, pln dll. di Gedung Sawunggaling Surabaya, Senin (16/3/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00