Ratusan Miliyar Anggaran Akan Berputar di Desa se Sidoarjo

Jumpa pers secara virtual Bupati dan wakil bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali - Subandi, Jumat (26/2/2021) malam. (FOTO/Andri Santoso)
Bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali. (FOTO/Istimewa)

KBRN, Sidoarjo: Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menggelar jumpa pers secara virtual, Jum'at (26/2/2021). Inisiatif langkah Muhdlor Ali dan Subandi sebagai Bupati dan wakil Bupati Sidoarjo anyar untuk mepercepatan peningkatan ekonomi lokal akan di gas.

Tiga jam pasca pelantikan di gedung Grahadi di Surabaya sebagai pasangan sah Bupati dan wakil Kabupaten Sidoarjo, bupati muda itu berkomitmen mempercepat penyaluran alokasi dana desa (ADD) untuk pergerakan ekonomi lokal. Dan meneken Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8/2021 yang mengatur beragam dana yang akan dikucurkan ke seluruh desa, sekitar pukul 20.00 WIB atau tiga jam usai dilantik langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

”Ini komitmen kami untuk mempercepat pemulihann ekonomi, di antaranya melalui percepatan penyaluran dana ke desa, sehingga ekonomi lokal bisa cepat pula bergerak,” ujar Muhdlor kepada media, Sabtu (27/2/2021).

Setelah perbup tersebut terbit, lanjut Muhdlor, secara teknis langsung ditindaklanjuti dengan mekanisme pencairan ADD maupun Dana Desa sesuai prosedur yang ada. Mulai besaran alokasi dana desa (ADD), bagi hasil pajak daerah, bagi hasil retribusi daerah, dana desa, dan bantuan keuangan kepada desa.

”Saya instruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk dampingi seluruh desa agar semua urusan teknis-administratif bisa cepat beres sehingga dana bisa segera dikucurkan ke desa," tutur Gus Muhdlor, panggilan akrabnya.

Gus Muhdlor menegaskan, seluruh aparatur pelaksana dan instansi terkait diintruksikan untuk bergerak cepat. Administrasi penyaluran dana kepada desa tersebut jumlahnya bervariatif, mulai Rp1,5 miliar hingga Rp2,6 miliar per desa. Total 322 desa seluruh Sidoarjo akan menerima Rp600,91 miliar.

”Aparat desa yang merasa dipersulit Dinas, laporkan ke saya,” tegasnya.

Muhdlor mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, APBD sebagai instrumen fiskal harus mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal. Fokus pada percepatan penyaluran dana ke desa adalah wujud nyata mengakselerasi perekonomian rakyat hingga di desa-desa.

”Jadi teorinya itu, APBD ada dua pendekatan, yaitu demand side dan supply side. Percepatan penyaluran dana ke desa adalah bentuk demand side, bagaimana kita merangsang tumbuhnya permintaan di bawah. Caranya bagaimana? Ya mengucurkan uang,” ujarnya. 

Dengan uang ratusan miliar berputar di desa, lanjut Gus Muhdlor, dengan program-program itu rakyat akan pegang tambahan uang. Dari sana kemudian ada belanja, ada konsumsi rumah tangga, UMKM bergerak, industri bergerak, jadi multiplier effect-nya panjang.

"Maka saya tidak mau menunda, setelah pelantikan langsung tanda tangan perbup-nya,” imbuh Muhdlor.

Gus Muhdlor juga menyebut, percepatan berbagai instrumen penyaluran dana ke desa juga sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan bupati/wali kota se-Jatim. 

”Bu Gubernur ingin semua bergerak cepat soal penyaluran dana ke desa. Alhamdulillah, langsung kami laksanakan karena juga sesuai dengan spirit kami di Sidoarjo untuk terus membantu warga desa,” ujar alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00