PT PAL Indonesia (Persero) Luncurkan Barge Mounted Power Plant (BMPP) 60MW Kolaka 1

KBRN, Surabaya: PT PAL Indonesia (Persero) pada 26 Februari 2021 sukses luncurkan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant 60 MW Kolaka 1 ditandai dengan kegiatan seremoni Shipnaming dan Launching. Proyek pesanan PT Indonesia Power tersebut secara resmi diberi nama Famajjah.  

Sekretaris Perusahaan Rariya Budi  Harta  dalam  kesempatan  tersebut menyampaikan PT  PAL  Indonesia  (Persero)  sebagai  perusahaan  konstruksi  di  bidang industri  maritim  dan  energi  telah  menandatangani  kontrak  pembangunan  3  unit  BMPP (Barge  Mounted  Power  Plant),  yaitu  2×60MW  dan  1x30MW.  BMPP  60  MW  Kolaka  I merupakan satu dari tiga unit dual fuel BMPP yang dipesan dengan total kapasitas dual fuel Barge Mounted Power Plant 150 Mega Watt.    

BMPP yang dipesan oleh PT Indonesia Power ini merupakan pembangkit listrik terapung yang memiliki beberapa keunggulan antara lain menggunakan proven & robust design, memiliki compact size dengan draft yang rendah sehingga dapat dioperasikan di perairan dangkal dan daerah terpencil, mobile sehingga mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain termasuk bila dibutuhkan pada kondisi darurat saat kejadian bencana alam, menggunakan dual fuel engine yang reliable sehingga sangat flexible pada lingkungan yang ekstrim. 

BMPP menggunakan teknologi dua fuel dan juga disiapkan untuk 100% bahan bakar gas. Dual Fuel BMPP 60MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 6 x Dual Fuel Engine 20V34DF. 

Progres pembangunan BMPP 60MW Kolaka 1 ini telah mencapai 81,41% pada akhir Januari 2021. Beberapa milestone penting pada proses pembangunan BMPP ini telah dilalui dengan baik antara lain Pemotongan Plat Pertama atau First Steel Cutting, peletakan lunas kapal atau keel laying, engine loading dan launching pada hari ini. 

Direktur Rekayasa Umum & Harkan Sutrisno dalam sambutannya mengharapkan semoga kerjasama dan sinergi ini dapat terus terjaga untuk mewujudkan target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang merupakan salah satu program prioritas nasional. 

Direktur Keuangan PT Indonesia Power Khusnul Mubien hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi industri dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan elektrifikasi nasional. 

Dalam sambutannya tersebut disampaikan pula harapan bahwa kerjasama yang sudah terjalin begitu lama ini dapat terus berjalan.

"Dan semoga BMPP 60 MW yang diberi nama Famajjah dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kelistrikan Indonesia khususnya Indonesia bagian timur."ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00