Inflasi November di Kota Madiun Dipicu Daging Ayam Ras dan Telur

KBRN, Madiun: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Madiun November 2020 sebesar 0,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,86. Sehingga menduduki peringkat kelima dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim. Bahkan inflasi kota berada diatas angka Jawa Timur 0,26 persen dan Nasional 0,28 persen.

Kepala BPS Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan, inflasi November ini mengalami kenaikan dibanding inflasi Oktober lalu yang hanya 0,11 persen. Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi yakni naiknya harga daging ayam ras mencapai 15,68 persen dengan andil inflasi 0,17 persen.

Kemudian telur ayam ras mengalami kenaikan harga 9,11 persen dengan andil inflasi 0,07 persen. Disusul kenaikan harga jeruk, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng. Kemudian tomat, ikan bakar, mobil dan tarif kereta api. Sedangkan komoditas penekan inflasi diantaranya menurunnya harga pepaya, emas perhiasan, wortel, buah naga. Selanjutnya telepon seluler, apel, salak, jambu batu, tarif listrik dan ketimun.

“Jadi karena covid-19 bulan Agustus-September kita deflasi. Lalu mulai Oktober kita inflasi dan November ini angkanya naik lagi. Ini ditunjukkan bahwa di seluruh Jawa Timur semua terjadi inflasi. Ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat mulai meningkat,” ungkapnya, Selasa (1/12/2020).

Sementara itu dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,82 persen. Kemudian Jember dan Kediri sama, masing-masing 0,44 persen. Disusul Probolinggo dan Madiun masing-masing 0,41 persen, Malang 0,31 persen, Banyuwangi dan Surabaya masing-masing 0,20 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00