Dampak Pandemi Covid-19 Turunkan Omzet Pengrajin Batik Kota Kediri

KBRN, Kediri: Dampak Pandemi Virus Corona telah menyentuh berbagai sektor usaha termasuk menurunkan omzet pengrajin batik lokal di Kota Kediri.

Kondisi ini diungkapkan, Nunung Wiwin Ariyanti, Pengrajin dan Pemilik Gerai Batik dengan Brand Numansa, yang berlokasi di Kelurahan Dermo, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2020).

Nunung menjelaskan, dampak Pandemi Covid pada penjualannya menurun di kisaran 40 persen. Namun, pihaknya bersyukur karena sampai sekarang, peminat batik tetap ada, meski tidak banyak.

"Motif yang paling digemari saat ini adalah Motif Kuda Lumping," kata perempuan kreatif tersebut. 

Meski terpengaruh Pandemi Covid,  hal ini tidak menyurutkan semangat Nunung untuk selalu berproduksi. Dengan cara, setiap bulan selalu ada motif baru dan targetnya mengeluarkan 5 hingga 10 motif baru per bulan.

Terkait dengan kemampuan produksi, usaha Batik yang dirintis Nunung sejak tahun 2014 dan didukung oleh 10 orang karyawannya mampu menghasilkan 75 potong batik per bulan.

Untuk harga, perempuan berhijab ini, mematok nomina yang terjangkau, mulai antara Rp 150.000 hingga 400.000 Rupiah per potong. Tapi kalau ada pembeli yang pesan Batik Custom maka harganya bisa 500.000 Rupiah hingga 1 juta lebih.

Namun, di tengah Wabah Virus Corona berkat kerja keras selama ini, gerainya mendapatkan, proyek jahit pembuatan masker dari Pemkot Kediri. Untuk harga masker itu sendiri tergantung dari bahan yang digunakan, misal masker kain satu lapis Rp 8.000 per buah dan Rp 15.000 per buah untuk masker tiga lapis.

"Alhamdulillah di tengah Pandemi Covid-19, kami dan sejumlah karyawan tetap bisa berkarya sehingga roda ekonomi dapat berputar. Jadi penghasilan ini bisa buat keluarga di rumah," katanya.

Sementara itu, pada peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2020, gerai Batik miliknya dikunjungi sejumlah anak yang belajar mencanting pola masker dengan motif batik Kartun Gambar Doraemon. Pada giat ini juga turut dihadiri Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dan Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar. (ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00