Hiswana Migas Madiun Bantah Gas Melon Langka

RRI, Madiun :  Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun mengklaim tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di wilayah Madiun raya. Ini karena suplai elpiji 3 kg atau tabung melon tetap. Dari PT Pertamina pun tidak ada pengurangan, bahkan justru bertambah jika ada permintaan fakultatif.

Ketua Hiswana Migas Madiun, Agus Wiyono mengatakan, di masa pandemi covid-19 ini seharusnya masyarakat tidak kesulitan mencari gas elpiji 3 kg. Sebab, PT Pertamina akan menambah jumlah pasokan jika tingkat keperluan masyarakat meningkat. Penambahan itu dilakukan melihat situasi di lapangan.

"Seharusnya mencari elpiji tidak sulit disituasi pandemi ini karena kecenderungan pasokan meningkat. Persoalannya bagaimana pangkalan itu betul-betul menerapkan aturan yang diterapkan pemda dan pertamina,". 

"Sehingga regulasi yang ada antara agen ke titik pengkalan, pangkalan ke peruntukkannya rumah tangga dan usaha mikro ini. Rumah tangga ini siapa, seharusnya ini dirinci ke bawah  sehingga betul-betul tegas, ini kelemahannya" usai menggelar pertemuan terbatas Senin (21/9/2020).

Agus menyatakan, dengan pertemuan melibatkan agen itu diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap gas melon tercukupi. Artinya tidak ada permainan di tingkat pengecer sehingga dapat menyulitkan masyarakat.

Agus menegaskan, bentuk tanggung jawab pangkalan seharusnya ada sistem pengawasan yang ketat dengan lockbook. Setiap pembelian harus dicatat sehingga jelas peruntukkannya dan tidak ada manipulasi. Menurut Agus hasil pertmuan kali ini, semua sepakat menjaga kondusifitas distribusi sehingga gas elpiji 3 kg tepat sasaran.

"Setiap pembelian memang harusnya dicatat, sehingga benar-benar jelas dan masyarakat tidak kesulitan mencari elpiji 3 kg," pungkasnya.

RRI, Madiun : Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun mengklaim tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di wilayah Madiun raya. Ini karena suplai elpiji 3 kg atau tabung melon tetap. Dari PT Pertamina pun tidak ada pengurangan, bahkan justru bertambah jika ada permintaan fakultatif.

Ketua Hiswana Migas Madiun, Agus Wiyono mengatakan, di masa pandemi covid-19 ini seharusnya masyarakat tidak kesulitan mencari gas elpiji 3 kg. Sebab, PT Pertamina akan menambah jumlah pasokan jika tingkat keperluan masyarakat meningkat. Penambahan itu dilakukan melihat situasi di lapangan.

"Seharusnya mencari elpiji tidak sulit disituasi pandemi ini karena kecenderungan pasokan meningkat. Persoalannya bagaimana pangkalan itu betul-betul menerapkan aturan yang diterapkan pemda dan pertamina,". 

"Sehingga regulasi yang ada antara agen ke titik pengkalan, pangkalan ke peruntukkannya rumah tangga dan usaha mikro ini. Rumah tangga ini siapa, seharusnya ini dirinci ke bawah  sehingga betul-betul tegas, ini kelemahannya" usai menggelar pertemuan terbatas Senin (21/9/2020).

Agus menyatakan, dengan pertemuan melibatkan agen itu diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap gas melon tercukupi. Artinya tidak ada permainan di tingkat pengecer sehingga dapat menyulitkan masyarakat.

Agus menegaskan, bentuk tanggung jawab pangkalan seharusnya ada sistem pengawasan yang ketat dengan lockbook. Setiap pembelian harus dicatat sehingga jelas peruntukkannya dan tidak ada manipulasi. Menurut Agus hasil pertmuan kali ini, semua sepakat menjaga kondusifitas distribusi sehingga gas elpiji 3 kg tepat sasaran.

"Setiap pembelian memang harusnya dicatat, sehingga benar-benar jelas dan masyarakat tidak kesulitan mencari elpiji 3 kg," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00