Ciptakan Lapangan Kerja, Pengusaha Milenial Ekspansi Di Kediri

RRI, Kediri: Dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan baru di Indonesia, Benedictus Kevine PH, seorang pengusaha kuliner dari kalangan milenial asal Jakarta, memilih Kota Kediri sebagai ekspansi usahanya. Langkah ini, dilakukan dengan mengenalkan produk Banana Chips, kepada masyarakat Kota Kediri, terutama membidik pengunjung Mal Kediri Town Square (Ketos), Minggu (1/12/2019).

"Olahan berbahan baku Pisang Kepok ini, kami produksi sendiri di Jakarta secara handmade dan dikemas menarik, sehingga camilan ini sekaligus membantu Program Pemerintah agar 'UKM Nail Kelas'. Puji Tuhan, usaha yang kami rintis sejak satu setengah bulan terakhir dan dikenal dengan nama 'Bebe Snacks' direspon sangat baik oleh penggemar produk kuliner di Jakarta," kata Owner Banana Chips, Benedictus Kevine PH, saat meluncurkan cabang barunya, di Kediri Town Square, Minggu (1/12/2019).

Pria berusia 22 tahun ini mengungkapkan, alasannya memilih bahan baku Buah Pisang, karena ia ingin meningkatkan kualitas produk produk Pisang yang ada di Indonesia. Apalagi, buah tersebut merupakan komoditas pertanian yang dimiliki oleh banyak pemilik kebun di penjuru Nusantara.

"Kenapa Pisang, ya ini karena pisang banyak ditemui di Indonesia dan semua masyarakat di negeri ini menyukainya, mulai dari bayi hingga orang dewasa bisa mengonsumsinya. Jadi, saya ingin tingkatkan dan kembangkan menjadi Banana Chips begitu, sehingga olahan Pisang juga bisa dikemas menarik dan dinikmati masyarakat, terutama pengunjung mal," katanya.

Sementara itu, terkait alasannya membuka gerai di Kediri, disebabkan ia memiliki rekanan usaha di daerah tersebut. Bahkan sesuai pengamatannya di Kota Kediri, hingga Kabupaten Nganjuk merupakan pangsa pasar yang sangat bagus untuk bisnis kuliner.

"Setelah dari Kediri, rencananya saya juga akan membuka usaha serupa di Bandung. Semoga antusias pasar di sana juga bisa sebaik di Kediri, atau lebih baik lagi," katanya.

Terkait dengan target penjualan, ia mengaku, tidak pernah melakoninya. Namun, sesuai data penjualannya baik secara offline (melalui mal) maupun online, selama satu bulan bisa tembus 2.000 kemasan.

"Untuk memudahkan konsumen, kami menyediakan pembelian dalam bentuk paket seharga Rp 100 ribuan. Satu paket ini berisi 5 varian rasa berbeda, misalnya Original, Susu, Keju, Pedas, dan Cokelat, tapi buat yang mau beli 1 kemasan juga boleh dan harganya terjangkau sekitar Rp 20 ribu per bungkus," katanya.

Dalam pengenalan Banana Chips di Kediri, hadir pula Ketua Ikatan UKM Bisnis Nasional (IKUBI) Karisidenan Kediri, Winarto didampingi istri.

Winarto menilai, upaya yang dilakukan Banana Chips ini sangat bagus dan inspiratif. Apalagi pengembangan usaha ini langsung dipimpin oleh kawula muda dari era generasi milenial.

"Saya yakin, usaha semacam ini akan menginspirasi banyak pengusaha muda yang lain agar tidak takut memasarkan produknya di Mal," katanya.

Walau begitu, kendala pengembangan usaha di Mal, umumnya terhambat oleh kurang tahunya seorang pengusaha dalam mengambil peluang berbisnis di Mal. Kemudian juga dipicu ketidaktahuan mereka, bagaimana teknik strategis agar bisa masuk ke Mal itu.

"Kebetulan di sini, kami IKUBI Karisidenan Kediri memperoleh dukungan dari Ketua IKUBI Pusat, Djarot dan juga didorong oleh kekompakan anggota lain. Bagi kami, dukungan yang baik itu tak hanya dilontarkan dari ucapan, tapi langsung ada tindakan nyata, sehingga UKM bisa Naik Kelas," katanya.

Perlu diketahui, anggota IKUBI se-Karisidenan Kediri berjumlah sekitar 32 pengusaha. Dari jumlah ini mereka tak hanya didominasi anggota berusia muda, tapi juga pengusaha senior yang memiliki usaha di berbagai sektor, baik kuliner maupun non kuliner. (ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00