PT Jayamas Medica Industri (OneMed), Komitmen Dukung Perekonomian di Jatim

Proses Produksi di PT Jayamas Medica Industri.jpeg
Direksi PT Jayamas Medica Industri (OneMed).jpeg

KBRN, Surabaya: Sebagai salah satu perusahaan produsen alat kesehatan terintegrasi dan terkemuka di Indonesia, PT Jayamas Medica Industri (JMI) atau OneMed memiliki komitmen yang besar untuk turut memajukan sektor ekonomi dan kesehatan di Indonesia, terutama di daerah Jawa Timur.

Dengan Visi menjadi produsen Alat Kesehatan terbesar di Indonesia untuk membantu program pemerintah dalam ketahanan Nasional di bidang Kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Jayamas Medica Industri untuk menunjukkan komitmen tersebut adalah dengan berekspansi membangun fasilitas produksi baru di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Langkah ini tentu menunjukkan kontribusi sektor swasta dalam mendorong perekonomian Jatim dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) investasi dalam bentuk PMDN di Jatim pada kuartal II/2022 mencapai Rp18,6 triliun, naik 34,1% secara year on year (yoy). Adapun, pada 2022, Jayamas Medica Industri siap untuk berekspansi dengan mengembangkan fasilitas di tanah milik perseroan di Mojoagung II, Wonosalam Jombang dan Lamongan.

Selain di dua daerah di Jawa Timur tersebut, pada tahun ini perseroan juga akan membangun fasilitas baru di Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB di Jawa Tengah. Sebagai salah satu perusahaan produsen alat-alat kesehatan habis pakai dengan produk-produk buatan lokal terbanyak di Indonesia, Jayamas Medica Industri tergolong konsisten melakukan ekspansi sejak awal berdiri.

Setelah pertama kali didirikan oleh dr Jemmy Hartanto pada 2000 di Jawa Timur, kemudian berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik pertamanya seluas 2.200 meter persegi di Krian pada 2002 dengan hanya 50 karyawan untuk memproduksi kantong urine, alat tes kehamilan, dan produk-produk antiseptik serta disinfektan. Terus berkembang, Jayamas Medica Industri kemudian melakukan perluasan pabrik di Krian, Sidoarjo pada 2006 hingga menjadi seluas 8.000 meter persegi dengan 500 karyawan dan menambahkan jarum suntik sekali pakai ke dalam portofolio perusahaan.

Pada 2020, JMI berhasil menyediakan 50 juta keping alkohol swab sebagai dukungan penuh untuk Kementerian Kesehatan dalam memerangi pandemi Covid-19, di samping menerima sertifikat EC (European Conformity) untuk Alat Kesehatan Jaminan Kualitas Produksi dari TÜV Rheinland untuk jarum suntik sekali pakai dengan jarum dan jarum suntik sekali pakai tanpa jarum. Selain itu Jayamas juga merupakan satu satunya produsen foley catheter diIndonesia yang mendapatkan award karya anak bangsa pada tahun 2017.

Selanjutnya, perseroan berhasil mengantongi sertifikasi ISO 13485 untuk Sistem Manajemen Mutu untuk Alat Kesehatan dan menerima sertifikasi Cara Pembuatan dan Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Kementerian Kesehatan RI pada 2013.Berikutnya, Jayamas Medica Industri telah menerima kualifikasi ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu sejak 2005 hingga sekarang. Berbekal dua kendali mutu tersebut, pada 2016, dr. Jemmy Hartanto percaya diri untuk mendirikan pabrik kedua di Mojoagung dengan total luas lahan 23.707 meter persegi danjuga mulai mengakumulasi land bank di Lamongan, Jatim, untuk mengantisipasi ekspansi perseroan di masa mendatang.

Selanjutnya, pada 2021, Jayamas Medica Industri mengakuisisi land bank di Mojoagung untuk Pabrik Mojoagung II dan Wonosalam serta menyelesaikan akumulasi lahan untuk landbank di Lamongan.

“Melalui perjalanan panjang dalam mengembangkan sejumlah fasilitas tersebut, Jayamas Medica Industri kini sudah memiliki sedikitnya 3.200 stock keeeping unit (SKU) aktif yang ada di enam kategori [per 31 Maret 2022],” kata pendiri sekaligus Presiden Komisaris JMI dr. Jemmy Hartanto, Kamis (18/8/2022).

Jayamas Medica Industri juga tercatat sebagai produsen alat-alat kesehatan habis pakai buatan anak bangsa terbanyak di Tanah Air dengan 493 produk asli Indonesia atau 4,87% dari total 10.109 alat kesehatan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan.

“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong produk-produk manufaktur lokal, melalui kebijakan tingkat komponen dalam negeri [TKDN], demi membangun kemandirian produk farmasi dan alat kesehatan,” tambah Jemmy.

Hampir lebih dari dua dekade beroperasi, Jayamas kini memiliki 1 pusat distribusi nasional di Gresik, Jawa Timur, 20 kantor cabang/fasilitas logistik, dan 19 kantor penjualan yangtersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra (per 31 Maret 2022). Sementara itu, total land bank perseroan yang siap digunakan untuk ekspansi tercatat lebih dari 163.719 meter persegi. Selain itu, perseroan juga memasok 1.700 rumah sakit diIndonesia, dari total sekitar 2.985 RS. Perseroan juga menggandeng 3.475 apotek dan gerai alat kesehatan.

“Sebagai salah satu market leader alat kesehatan di Indonesia, Jayamas Medica Industri memiliki 3.200 produk aktif dan 74 produk dengan brand perseroan [hingga 31 Maret 2022] yang tersebar di 514 kota dan 34 provinsi,” jelas direksi.

Manajemen menambahkan, perseroan juga mengembangkan kolaborasi digital dan kemitraan dengan sejumlah platform startup, ecommerce dan pembayaran, diantaranya Tokopedia, Ovo, Shoppee, Halodoc, Lazada, dan Gopay.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar