Kadin Jatim Fasilitasi Pengurus Asosiasi IKM di Jatim Dapatkan Sertifikat Kurator

KBRN, Surabaya: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen memperbanyak jumlah kurator atau pemeriksa produk Industri Kecil dan Menengah  (IKM) serta Usaha Miro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur dengan melakukan pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Pemeriksaan Produk IKM secara terus menerus. 

Kali ini, pelatihan diikuti oleh Ketua dan pengurus di hampir seluruh asosiasi yang menaungi IKM dan UMKM di Jawa Timur. Ada sekitar 18 peserta. Mereka adalah penggerak UMK dari berbagai daerah di Jatim, diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Jember dan lain sebagainya. Sebelumnya, pelatihan dan uji kompetensi yang sama juga telah diadakan di Kediri dan Madiun. 

"Kalau di Surabaya, ini yang kedua. Dan yang ikut ini adalah punggawa UMKM di Jatim. Harapan saya dari pelatihan ini mereka nantinya bisa lebih kompeten untuk membina anggota mereka. Selain itu, hal ini juga akan memudahkan bagi kami untuk melakukan kurasi produk UMKM, karena mereka yang ikut kali ini adalah perwakilan dari berbagai bidang UMKM," ujar Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya.

Perwakilan asosiasi yang ikut tersebut diantaranya bergerak di bidang pengolahan hasil perkebunan seperti coklat dan pisang, bergerak di bidang pengolahan hasil laut dan budidaya ikan, garmen, bordir dan tenun, batik,  serta jasa. Selain itu juga ada penggerak desa wisata dan pemilik lembaga pendidikan serta pelatihan kewirausahaan. 

"Nantinya, setelah dinyatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mereka akan mampu menularkan keilmuannya kepada UMKM dan anggotanya. Sehingga akan semakin banyak UMKM yang bergairah dan berjaya," tandasnya. 

Adik berpesan, jika nanti para peserta yang akan menjadi kurator tersebut melakukan kurasi kepada produk milik teman atau anggota masing-masing, maka ia harus tetap mengedepankan kode etik dan melakukan pemeriksaan dengan sebenar-benarnya. 

"Harus amanah dan bertanggungjawab, sebab walaupun memiliki sertifikat tetapi jika tidak amanah, tidak kompeten dan tidak objektif itu sama saja dengan menjerumuskan teman sendiri," kata Adik.

Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Pemeriksaan Produk IKM dilaksanakan dalam tiga hari, mulai dari hari Kamis (13/1/2022) hingga Sabtu (15/1/2022).  "Dua hari, Kamis dan Jumat pelatihan dan hari Sabtu kemarin baru uji kompetensi. Alhamdulillah semua dinyatakan kompeten oleh asesor yang menguji. Yang ikut kali ini kebanyakan ketua asosiasi, harapannya pelatihan ini bermanfaat bagi asosiasi yang ada dibawahnya untuk melakukan kurasi produk," tambahnya.

Salah satu peserta perwakilan dari Perkumpulan Pengusaha Bordir (Persadir) Jatim Siska Sumartono  mengaku sangat senang mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Pemeriksaan  Produk IKM yang digelar Kadin Jatim.

"Sangat bagus dan pastinya sangat bermanfaat bagi kami. Dan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Kadin Jatim terhadap peningkatan kinerja IKM. Intinya IKM itu harus selalu menaikkan kualitas dan kuantitasnya. Paling tidak mengetahui kekurangan produk IKM itu dmn dan bagaimana harus memperbaikinya serta kedepan harus bagaimana," ungkap Siska.

Baginya, mengikuti kegiatan tersebut menjadi sebuah berkah tersendiri karena selain bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan produknya sendiri, juga nantinya  bisa bisa mengkurasi produk UMKM yang menjadi anggotanya.

 "Saya rasa ini sangat bagus jika diadakan lagi. Manfaatnya luar biasa untuk pendampingan UKM baru, karena UKM sebagai pilar ekonomi bangsa. yang jelas, saya berangkat ke sini harus memberikan kemanfaatan bagi komunitas saya, organisasi Presdir dan  Perwira (Perempuan Wirausaha Wanita red)," ujarnya.

Saat ini, Jatim telah menjadi salah satu kantong UMKM Jatim yang bergerak di bidang bordir dan sulam dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Timur. "Mereka memiliki potensi besar untuk bisa melakukan ekspor, tetapi sejauh ini masih sedikit anggota kami yang telah berhasil merambah pasar ekspor secara langsung. Mereka kebanyakan bertransaksi dengan  pihak ke dua atau broker," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar