Sumbang Target EBT Nasional, PJB Laksanakan Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau

KBRN, Surabaya- PJB terus berupaya untuk menaikan sumbangsihnya terhadap bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya melalui Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau yang dilaksanakan pada Senin (25/10). Acara ini dirangkai dengan webinar, bertema  “Menerangi Negeri Dengan Implementasi Co Firing pada PLTU Asam Asam, PLTU Pulang Pisau dan PLTU Sintang untuk Indonesia Tangguh” yang dihadiri oleh Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) - Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Energi Primer PT PLN (Persero) - Rudy Hendra Prastowo, Direktur Operasi 1 PT PJB – M. Yossy Noval A., dan sejumlah senior leader di lingkungan PLN grup.

Co-Firing adalah penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler PLTU batubara. Proses Co-Firing dilakukan tanpa menambah biaya ataupun membangun pembangkit EBT (biomassa) baru, sehingga lebih kompetitif. Benefit yang dihasilkan dari program co-firing pada PLTU batubara adalah reduksi emisi serta penghematan BPP, sehingga dapat mendorong Indonesia menjadi lebih hijau.

PJB berkomitmen dalam menjalankan bisnisnya, PJB akan tumbuh berkembang bersama lingkungan di sekitarnya. Salah satunya melalui implementasi Co-Firing yang digencarkan PJB. 

“Dengan Co-Firing di PLTU, PJB ikut berpasitipasi dalam pengembangan energi yang lebih ramah, mengubah limbah serbuk kayu dari bahan organik/ batang pohon menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan batubara. Ini adalah langkah kami untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau”, ungkap Gong Matua Hasibuan, Direktur Utama PT PJB. 

Saat ini Pemerintah tengah mengupayakan adanya terobosan pemanfaatan biomassa guna mengurangi peran batubara yang masih dominan secara nasional dan mendorong capaian target bauran EBT pada tahun 2025 sebesar 23%, termasuk didalamnya mendorong pemanfaatan biomassa untuk CoFiring.

Co-firing PLTU merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar Green.  Co-Firing sendiri telah diinisiasi PJB sejak tahun 2018, diawali dengan kajian yang melibatkan Lembaga Perguruan Tinggi, simulasi dan pemodelan numerik dengan bantuan komputasi modern. 

Hingga pada tahun 2021 telah melaksanakan uji coba pada 16 PLTU baik di Jawa maupun di luar Jawa dengan presentase Co-Firing 1-20%, menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit yang terdepan pada inovasi Co-Firing di Indonesia. 

Hingga bulan Oktober 2021, PJB telah berhasil memproduksi Green Energy dengan total sebesar 86.54 GWh, dengan rincian sebagai berikut : Paiton1-2   (37,311.62 MWh);  Pacitan    (18,180.62 MWh); Rembang  (9,251.80 MWh); Paiton 9   (12,506.52 MWh); Tanjung Awar-Awar  (1,480.78 MWh); Indramayu (5,353.48 MWh); Ketapang   (118.33 MWh); Anggrek  (2,287.34 MWh); dan Bolok  (10.99 MWh); serta Ropa (35.08 MWh)

Komersialisasi Co-Firing di PLTU Pulang Pisau ini akan semakin mendorong PJB untuk konsisten dan bertahap mengimplementasikan di unit-unit PJB lainnya di Indonesia. Tidak hanya bertujuan dalam menghijaukan PLTU, tetapi juga bersama-sama dengan PLN dan Pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang menggalakkan penggunaan EBT sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00