Bisnis Kotor Yang Menjanjikan

KBRN, Surabaya : Terpuruknya perekonomian akibat dampak pandemi covid-19 tidak menyurutkan Indonesia Survivor atau Inavor  untuk membukakan peluang--peluang usaha bagi masyarakat.  Salah satunya budidaya magot atau larva lalat hitam yang ternyata memiliki peluang usaha yang menjanjikan.  Erfan Alif Pujiono dari Inavor Jawa Timur mengatakan, Hanya dengan modal 5 ribu hingga 7 ribu rupiah per gram untuk membeli telur lalat hitam bisa menghasilkan hingga 5 kilogram magot yang perkilogramnya seharga 8 ribu rupiah.

" Jadi modal awal itu hanya lima ribu rupiah untuk membeli satu gram telur lalat hitam lalu dikembangbiakkan dalam waktu sekitar 18 hari lalu jadi magot bisa mencapai 5 kiloan dan harga jualnya bisa berlipat-lipat, satu kilogram harga jual bisa sampai 8 ribu rupiah," kata Erfan Alif Pujiono

Apalagi budidaya magot ini tidak sulit sama sekali karena telur larva lalat hitam hanya diberi makan sampah organik seperti bekas sayur atau buah yang dibuang serta sisa-sisa makanan

"Ga sulit sama sekali kalau mau bisnis magot ini cukup dikasih makan smapah organik sisa-sisa makanan sama sayur-sayuran yang dibuang, tapi ya itu mereka mau ga kotor-kotoran ngumpulin sampah," tambah Erick

Inilah yang masih jadi kendala apakah masyarakat mau mengumpulkan sampah yang kotor dan bau itu sebagai makanan magot.  Masyarakat kadang tidak punya mental juang yang tinggi untuk memulai usaha padahal bisnis magot ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi penambah penghasilan dalam masa-masa sulit seperti sekarang

Erick menambahkan, Inavor saat ini membina 4 klaster tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Pndaan dan Pasuruan.  Masing-masing klater beranggotakaan 10 hingga 30 orang.  Satu klaster bisa menghasilkan magot hingga 50 kilogram.   Magot sendiri kata Erick dijual untuk pakan ikan, pakan ternak ayam dan bebek serta burung puyuh. Bahkan dalam waktu dekat Inavor juga akan melakukan pelatihan, pendampingan hingga pasca produksi bagi masyarakat di sekitar Kediri, Lumajang dan Gresik.

" bisnis magot ini memang kotor karena harus berjibaku dengan sampah organik dan sisa-sisa makanan untuk sumber pengembangbiakkan si magot tapi kalau lihat prospek dan nilai jual, ini bisa menjadi alternatif mendapatkan penghasilan sekaligus penghilang stres pada masa-masa pandemi seperti sekarang, "pungkas Erick   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00