Kadin Peduli, Bangkitkan UMKM Kabupaten Kediri Terdampak Pandemi

Kadin Peduli, Bangkitkan UMKM Kabupaten Kediri Di Tengah Pandemi. (Foto: Ayu Citra)

KBRN, Kediri: Untuk membangkitkan ekonomi UMKM di tengah Pandemi Covid-19, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kediri memiliki strategi tersendiri, berupa Program Kadin Peduli.

"Sebenarnya kami sudah lama ingin terjun langsung ke pelaku UMKM, khususnya untuk melihat langsung bagaimana eksistensi mereka di tengah Pandemi Covid-19. Namun baru hari ini bisa terwujud, dan diawali di sentra UMKM produk kerajinan perlengkapan Seni Jaranan di MJ Gallery, milik Mahmud Septian Avrizal (28)," kata Ketua Kadin Kabupaten Kediri, Yekti Murih Wiyati, saat berkunjung di MJ Gallery milik pengrajin perlengkapan Seni Jaranan khas Kediri, di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Sabtu (8/5/2021).

Yekti menjelaskan, setelah bertemu dengan Mahmud, anak muda kreatif itu mengungkapkan keluh kesahnya selama menjalani bisnis di tengah Masa Pandemi Virus Corona. Sebab, meski Mahmud telah berusaha memproduksi banyak produk, ternyata ia kesulitan memasarkan.

"Bagaimana tidak, saat Pandemi Covid-19 akses ke sejumlah daerah ditutup karena ada penegakan Protokol Kesehatan. Namun, pelaku UMKM tidak perlu khawatir sebab kami dari Kadin Kabupaten Kediri mempunyai jaringan bisnis di luar daerah yang bisa membantu dan ke depan mereka akan mendapat pelatihan dan pembinaan, sehingga mereka yang tadinya merintis dari nol maka lama-kelamaan usahanya bisa berkembang," katanya.

Bahkan, tambah Yekti, saat berkomunikasi dengan Mahmud Septian, pihaknya baru mengetahui kalau bahan baku membuat topeng berupa Ekor Kuda didatangkan dari Makassar dan harganya juga luar biasa. Oleh karena itu, berdampak pada harga jual per produk bisa mencapai Rp 600 ribu, sedangkan untuk topeng jenis barong yang ukuran besar sekitar Rp 2 jutaan per buah. Namun untuk topeng biasa, harganya terjangkau antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per buah. 

"Nanti, setelah dari MJ Gallery ini kami juga akan bertandang ke UMKM di daerah lain. Target dari upaya yang diwujudkan gerilya ini, ke depan ada 5 UMKM yang dikunjungi per kecamatan, dan selanjutnya bakal menyeluruh di 26 kecamatan yang menyebar di Kabupaten Kediri," katanya.

Sementara itu, dengan adanya kunjungan Ketua Kadin Kabupaten Kediri didampingi Wakil Ketua Kadin Kabupaten Kediri, Dr. Sapta Andaruisworo, dan pengurus lain, Pengrajin Perlengkapan Seni dan Aksesoris Jaranan, Mahmud Septian Avrizal, mengaku sangat senang dan berharap Kadin Kabupaten Kediri bisa memberikan solusi dari permasalahan bisnis yang dilakoninya.

"Saya berharap, Program Kadin ini bisa terus dijalankan dan membidik lebih banyak UMKM lagi, sehingga tak hanya bisa membantu perluasan pasar. Tapi juga mampu membangkitkan semangat pelaku UMKM, yang selama Pandemi Covid-19, omzetnya turun drastis," katanya.

Lebih lanjut, selama ini pasar topeng dan jaranan karya Mahmud tidak hanya meluas di pasar lokal dan Nasional. Selain itu, juga dipesan oleh masyarakat di Turki, Malaysia, Singapura, Libanon, Filipina, Korea Selatan dan Jepang. Namun karena terdampak Pandemi Covid-19, maka sekarang pesanan tersebut berhenti dan menunggu Wabah Virus Corona hilang.

"Saya sebenarnya ada pesanan topeng dari Johor, Malaysia, tapi karena Pandemi Covid-19, konsumen meminta agar barang tidak dikirim dulu. Khawatirnya, produk yang diorder akan dikarantina di Malaysia selama beberapa waktu, sedangkan kalau kelamaan dikarantina itu bisa merusak warna barang tersebut," katanya.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00