BI Perkuat Inovasi Digitalisasi Siatem Pembayaran

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta. (photo:MgLenaK)

KBRN, Jakarta:  Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan pengembangan dan inovasi sistem pembayaran berbasis digital di tahun 2023. Hal ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang diantaranya tentang digitalisasi sistem pembayaran.

Demikian disampaikan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dalam acara Birama (BI Bersama Masyarakat), Jumat (2/12/2022).

"Digitalisasi sistem pembayaran yang akan BI kembangkan mencakup bilateral bahkan multilateral. Kita sudah menjalin kerjasama konektivitas pembayaran di kawasan dengan empat negara Asean, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina," ujar Filianingsih

Sejauh ini Bank Indonesia sudah mengimplementasikan sistem pembayaran berbasis digital. Antara lain QRIS yang menjangkau 16 juta merchant, BI Fast dengan jumlah peserta mencapai 106 bank.

Selain itu, BI telah mengembangkan SNAP atau Standar Nasional Open Application Programming Interface (API) Pembayaran. BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal atau local currency dalam pembayaran lintas negara.  

Vincent Henry Iswaratioso dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), mengatakan digitalisasi sistem pembayaran mempermudah dan mempercepat penyelesaian transaksi keuangan. 

Sehingga digitalisasi sistem pembayaran mempercepat perputaran ekonomi, dan akhirnya menopang pemulihan ekonomi.

"Semua riset membuktikan, kalau suatu negara digitalisasinya cepat, maka perputaran ekonominya juga lebih cepat dua kali lipat. Ini sudah terbukti di negara yang telah telah mengimplentasi pada lebih dari setengah populasi negaranya," ujar Vincent.

Lebih lanjut Vincent Henry mengatakan,  digitalisasi sistem pembayaran juga semakin membuka peluang bagi UMKM dalam menembus pasar global.

Saat ini, Bank Indonesia juga sedang dalam proses untuk mengembangkan rupiah digital, sebagai inovasi dalam sistem pembayaran berbasis digital.