Sopir Angkutan Keluhkan Mahalnya Biaya Rapid Tes

Wagub Emil dengarkan aspirasi sopir angkot (Dok. Pemprov Jatim)

KBRN, Surabaya : Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima sekitar 20 orang perwakilan driver dari Aliansi Driver Nusantara di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (10/7/2020).

Para driver ini berasal dari beberapa daerah di Jatim seperti Mojokerto, Banyuwangi, Sidoarjo, bahkan ada beberapa dari Jawa Tengah seperti Magelang dan Solo.

Kedatangan para driver ini untuk menyampaikan aspirasi terkait adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 10925 Tahun 2020 tentang Pengendalian Perjalanan Orang Pada Pintu Masuk Wilayah Bali dan Percepatan Penanganan Covid-19 dan SE Gubernur Bali Nomor 11525 Tahun 2020 tentang Persyaratan Administrasi Tambahan Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Pada Pintu Masuk Wilayah Bali.

Dimana dalam SE tersebut berisi kewajiban pelaksanaan rapid test pada penumpang angkutan penyeberangan yang memasuki Provinsi Bali baik angkutan umum maupun angkutan barang, termasuk para driver ini.

Dalam aspirasinya, para driver ini meminta agar rapid test bagi para driver ini digratiskan. Alasannya, harga rapid test yang tidak murah tersebut membebani mereka terutama bila biaya tersebut ditanggung sendiri oleh mereka. Belum lagi, mereka termasuk yang melakukan perjalanan pulang pergi.

Selanjutnya :

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00