Peringati hari tanpa kantong plastik sedunia Komunitas nol sampah Surabaya rampok tas kresek

3 Juli diperingati sebagai hari tanpa kantong plastik sedunia. Kantong plastik atau tas kresek merupakan salah satu jenis plastik sekali pakai. Tas kresek yang bisa dipakai ulang atau daur ulang relative kecil. Sehingga seringkali kita lihat tas kresek menumpuk di TPA, atau lahan kosong, sungai dan masuk ke laut. 

Wawan Some dari komunitas nol sampah mengatakan, “ Tas kresek sebagaimana plastik lainnya sering menimbulkan masalah lingkungan hidup. Menurutnya, Jutaan biota mati karena terjerat atau menelan sampah plastik termasuk tas kresek. 

Untuk bisa terurai secara alami Tas Kresek butuh waktu ratusan tahun. Di alam tas kresek yang hancur akan menjadi mikroplastik. Beberapa penelitian membuktikan ikan atau satwa di sungai dan laut “makan” plastik. Ikan yang makan mikroplastik terbukti mengalami gangguan system hormonal.

Wawan Some menambahkan, Surabaya sebenarnya sudah memiliki perda pengolahan sampah yaitu perda no 5 tahun 2014 yg direvisi melalui perda no 1 thn 2019. Didlam perda tersebut sudah diatur ktentuan mengenai pembatasan pemakaian tas kresek, namun teknisnya akan diatur dalam perwali. Hingga saat ini perwali yg mengatur ketentuan tersebut belum ada. Terkait Ketentuan pemakaian tas kresek, walikota Surabaya tanggal 13 Agustus 2019 mengeluarkan surat bernomor 660.1/7953/436.7.12/2019. Bersamaan dengan peringatan hari tanpa kantong plastik sedunia 3 juli 2020, kami Komunitas Nol Sampah Surabaya kembali minta dan mendorong agar walikota Surabaya segera mengeluarkan perwali terkait pembatasan tas kresek sebagaimana ditegaskan dalam perda 1 tahun 2019. 

Kegiatan rampok tas kresek ini kata wawan, merupakan salah satu cara edukasi kepada masyarakat akan pentingnya diet tas kresek. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya mengatasi masalah sampah plastik. Rampok Tas Kresek adalah kampanye mengajak warga Kota Surabaya untuk mengurangi pemakaian tas kresek. Setiap pengunjung pasar Gununganyar Surabaya yang memakai tas kresek akan didekati oleh relawan, kemudian tas kreseknya diganti dengan tas kain yang bisa dipakai berulangkali. Selama proses penukaran tas, relawan melakukan eduksi mengapa kita harus diet tas kresek. Relawan akan menjelaskan “Dosa-Dosa” Tas Kresek yang berisi tentang dampak tas kresek terhadap lingkungan hidup, seperti butuh ratusan tahun untuk bisa terurai di alam, dan jutaan biota mati karena terlilit atau menelan tas kresek. Selain itu juga dijelaskan tentang bahaya tas kresek bagi kesehatan manusia, karena jika dibakar akan menghasilkan gas dioksin yang dapat menyebabkan kanker, dan ada peringatan dari Badan POM tanggal 14 Juli 2009 agar hati-hati menggunakan tas kresek berwarna (hitam) ebagai kemasan makanan/ minuman langsung karena jenis plastik dan pewarna tekstil yang digunakan dapat menyebabkan kanker dan impotensi. 

Aksi rampok kresek ini dilakukan di pasar Gununganyar Surabaya, tanggal 4-5 Juli 2020. Selain aksi rampok kresek, bersamaan dengan kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi agar tetap memakai masker yang bisa dipakai berulangkali. Juga disosialisasi bahwa masker kain dipakai jangan lebih dari 4 jam, pungkas Wawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00