Tim Urak-Urak Berhasil Amankan Jaringan Tegangan Tinggi

Gangguan Layang-Layang pada Jaringan Listrik

KBRN, Surabaya: Pernahkah mendengar bahwa tindakan kecil pun bisa berdampak besar? Bahkan memindahkan kerikil di jalan pun mampu mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengendara sepeda kayuh di jalan.  

Pertanyaan diatas terjawab dengan hasil kerja Tim Urak-Urak PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIT JBTB) yang telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2014 dengan tujuan mengamankan, menjaga keamanan jaringan listrik SUTT/SUTET dari kemungkinan trip atau potensi padam.

Budaya permainan layang-layang sudah menjadi tradisi rutin tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga Bali sehingga segenap komponen PLN di wilayah Bali tidak henti-hentinya mengkampanyekan aktifitas bermain layang-layang yang jauh dari jaringan PLN. 

“Kami menyadari bahwa permainan layang-layang merupakan budaya yang sudah turun temurun menjadi tradisi bagi warga masyarakat di daerah tertentu. Sehingga pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan persuasif berupa sosialisasi kepada warga dan mengedukasi stakeholder akan bahaya permainan layang-layang di sekitar jaringan listrik. PLN pun menyadari hal tersebut dan kami siap siaga 24 jam menjaga keandalan pasokan listrik di sisi transmisi, baik di wilayah Jawa Timur maupun di Provinsi Bali”. Kata Suroso, General Manager PLN PLN UIT JBTB, Kamis, (2/7/2020). 

Dengan berbagai strategi pengamanan jaringan SUTT/SUTET yang dilakukan, lanjut Suroso, PLN UIT JBTB telah berhasil  menekan angka gangguan menjadi 6 kali selama semester I tahun 2020 ini. 

Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi, menyebutkan bahwa dilarang membangun bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif disekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.   

Temuan Tanggal 09 Juni 2020 Daerah Panji T.08-26 Line Banyuwangi 

Keberhasilan Tim Urak-Urak ini, mampu menjaga amannya pasokan listrik jalur transmisi. Kata Urak-Urak berasal dari bahasa Jawa yang berarti menghalau, menghalau layang-layang atau hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan jaringan listrik di sekitar jaringan SUTT/SUTET. 

"Tim Urak-Urak bertugas untuk melaksanakan patroli rutin, membersihkan potensi gangguan baik layang-layang, balon udara ataupun potensi gangguan lain di sepanjang jalur transmisi SUTT/SUTET."ujarnya. 

Selain keamanan jaringan transmisi, kegiatan ini juga turut andil mempromosikan kegiatan menjaga keamanan dan keselamatan warga yang bermukim di sekitar jalur transmisi. 

UPT Probolinggo sebagai penjaga dan penanggung jawab jalur transmisi di wilayah sisi timur Jawa Timur telah menggalakkan program urak-urak dengan mengaktifkan regu  Tim Pemeliharaan Jaringan baik di Gardu Induk maupun di UPT Probolinggo sendiri secara rutin.

Temuan Tanggal 07 Juni 2020 Daerah Paowan T.142-145 Line Paiton 

"Pada bulan Juni 2020 saja, sinergi Tim Urak-Urak dari GI Situbondo berhasil mengamankan 30 buah potensi gangguan sepanjang jalur Tower SUTT yang tersebar wilayah kerja Situbondo."jelas Suroso. 

Sedangkan Tim Urak-Urak dari UPT Madiun juga menurunkan 2 tim ke daerah Dolopo, Ponorogo dan menemukan layangan dengan ukuran sekitar 2 meter tepat berada di atas SUTT 70 kV Ponorogo Dolopo pada Tower 06. Layangan tersebut terbuat dari bambu dan kertas semen dengan asesoris lampu LED warna warni yang berpotensi menyebabkan gangguan. 

"Dengan pendekatan persuasif, pemilik layangan Sukiran bersedia menurunkan layangan dengan di bantu oleh Tim Urak-Urak GI Ponorogo dan bersepakat tidak bermain layangan di dekat jalur SUTT."ungkapnya.

Selanjutnya :

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00