PLN Kembali Amankan Potensi Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang di Sidoarjo

KBRN, Sidoarjo: Hari ini, Sabtu, (27/6/2020), Petugas PLN kembali mangamankan potensi gangguan akibat layang-layang. Sebuah layang-layang raksasa dengan ekor layang-layang sepanjang 10 meter yang tersangkut pada Tower SUTT/SUTET jalur Buduran - Porong dengan benang layang-layang terlilit di Ground Steel Wiring (GSW) atau umumnya disebut kabel tanah/kawat grounding yang berfungsi untuk menangkal petir. 

Layang-layang yang ditemukan selanjutnya dibawa ke kantor PLN untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

Layang-Layang Tersangkut Pada Jaringan Listrik

Petugas PLN yang mendatangi lokasi untuk melakukan pengambilan layang-layang tersebut segera melakukan penyuluhan kepada warga sekitar lokasi tentang bahaya bermain layang-layang di sekitar jalur SUTT/SUTET. 

Dengan hantaran listrik 70.000 Volt, 150.000 Volt dan 500.000 Volt; sungguh berbahaya bila terjadi risiko yang tidak diinginkan bagi warga masyarakat bila bermain layang-layang di sepanjang ataupun di sekitar jalur SUTT/SUTET.

"Petugas PLN selalu siaga, siap 24 jam mengamankan pasokan listrik khususnya di jalur transmisi SU TT / SUTE T, baik di wilayah kerja Jawa Timur maupun di wilayah kerja Pulau Bali. Kami mengharapkan pengertian dan kerjasama dari semua pihak khususnya warga masyarakat di daerah yang dekat dengan jalur transmisi untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik dengan tidak bermain layang-layang atau balon udara di dekat jaringan listrik PLN. Hal itu agar pasokan jalur transmisi PLN dan suplai energi listrik kepada pelanggan tetap aman", pesan General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Suroso dalam kegiatan sosialisasi singkat pada acara silaturahmi kegiatan penyerahan sembako untuk warga sekitar kantor PLN UIT JBTB di T aman, Sidoarjo.

Layang-layang yang ditemukan selanjutnya dibawa ke kantor PLN untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

Menurut Suroso, hal itu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi, dilarang membangun bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif, disekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.

Sebelumnya pada hari Senin (22/06/2020) yang lalu, di Pulau Dewata, Pulau Bali, pun mengalami hal yang sama. Petugas PLN UPT Bali berhasil mengamankan gangguan pada penghantar 150.000 Volt jalur Pesanggaran - Pamecutan Kelod yang terjadi pada pukul 06.22 WITA, akibat layang-layang raksasa tersangkut di jalur SUTT.

PT PLN (Persero) IJIT JBTB baik yang di wilayah Jawa Timur maupun wilayah Bali secara berkelanjutan melakukan upaya pengamanan atas kegiatan masyarakat dengan patroli maupun dengan sosialisasi serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah yang dilalui jalur SU TT / SUTET, Aparat keamanan serta Dinas terkait guna mengoptimalkan upaya pencegahan gangguan akibat layang-layang ataupun juga balon udara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00