Haji Batal, HIMPUH Harap Kuota Jemaah Dialihkan ke 2021

Baluki Ahmad

KBRN, Surabaya:- Pemerintah RI memastikan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan Jemaah Haji pada 2020 seiring dengan masih berlangsungnya pandemi corona. Menanggapi keputusan ini, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad, menyebutkan bahwa hal ini menjadi kabar yang tidak menggembirakan, namun akan tetap ditaati meski secara formal Himpuh tidak dilibatkan. 

lndustri Haji dan Umroh disebut Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) telah merasakan dampak Covid-I9 sejak Pemerintah Arab Saudi melarang kedatangan jemaah umrah pada Februari 2020. Sehingga dalam menghadapi kondisi ini, Baluki Ahmad mengharapkan adanya stimulus dari Kementerian Agama agar bisnis travel haji umrah dapat terus berjalan. 

"Bisnis ini jauh hari sejak kejadian Covid di negara luar, Kita sudah terdampak. Sejak Februari sudah terpuruk. Bagaimana Kementrian Agama memberikan perhatian pada kami. Seperti di Kementrian lain yang memberikan stimulus bagi sub sistem di bawahnya."ujar Baluki, Rabu, (3/6/2020).

Himpuh juga mengharapkan bahwa hak keberangkatan jemaah (kuota) yang sudah melunasi biaya adminsitrasi namun tertunda dapat dialihkan ke tahun 2021, selain itu terkait biaya yang sudah disetorkan juga dapat dikembalikan kepada jemaah.

Baluki Ahmad, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), yang telah menjalani bisnis travel umrah dan haji sejak tahun 1977, wabah SARS yang menimpa dunia pada 2002-2004 tidak jatuh pada musim haji, begitu pula dengan MERS, sehingga tidak ada protokol kesehatan khusus bagi jemaah haji asal Indonesia saat itu.

Baluki Ahmad mengatakan, dengan penundaan haji yang dilakukan pada tahun ini akan membuat agent travel haji dan umrah mati suri. 

Hal ini dikarenakan tidak adanya pemasukan yang diperoleh dari Haji dan Umrah. "Keuntungan kita udah sangat negatif dan sangat tertekan. Membuat usaha travel kita akan banyak tutup karena sebanyak 1.116 agen travel tutup," ujar Baluki

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00