DPD RI Minta Keterbukaan Pemerintah Dalam Data Pasien Positif Corona

KBRN,Surabaya : Evi Zainal Abidin, Anggota DPD RI perwakilan Jawa Timur, meminta pemerintah untuk tidak lagi tertutup terkait asal kelurahan dimana pasien-pasien positif covid19 ini berasal.

terkait data pandemi covid 19 pada hari minggu tgl 22 Maret, yakni terdapat :

514 kasus positif,48 kasus meninggal ,28 kasus sembuh.

Artinya CFR (case fatality rate) di Indonesia sudah mencapai 9,3% which is way above average CFR globally yang hanya dikisaran 3,4% (WHO 3 march 2020).

Evi zainal mengatakan, Tidak adanya upaya pemerintah untuk melakukan screening test terhadap ODP yang telah terpapar oleh infeksi covid19 adalah cerminan kurang siapnya pemerintah akibat kebijakan awal yang cenderung melihat ringan pandemi covid19 yang melanda segala penjuru dunia ini. Protokol sebelumnya hanya mewajibkan ODP untuk lapor pada puskesmas terdekat saja sembari dilakukan cek suhu tubuh.

"ODP baru akan ditangani jika mereka sudah menunjukkan sympton awal yang mengarah pada gejala terinfeksi yaitu seperti panas tinggi, mual, diare hingga sesak nafas. Kondisi ini sangat menghawatirkan, karena terbukti bahwa 85% kasus covid19 positif sama sekali tidak memiliki symptom pneumonia (asymptomatik). Dengan kata lain, sangat mungkin ODP tersebut sebenarnya positif covid19 walau nampak asymptomatik" ujar Evi.

Keterbukaan terkait informasi kasus positif covid19 adalah sudah menjadi keharus atas pemenuhan transparasi publik. Tidak bisa ditunda-tunda lagi.

antara transparasi publik demi menjamin keselamatan semua rakyatnya, atau seperti yang dihawatirkan banyak orang bahwa informasi kasus positif covid19 dirahasiakan kepada publik lebih dikarenakan latar belakang stabilitas ekonomi dan kepentingan bisnis orang-orang tertentu.

Evi Zainal menambahkan, dengan edukasi yang lebih baik dan transparan terkait data kasus pandemi covid19 ini maka masyarakat Indonesia akan lebih bertanggung jawab dalam kesehariannya, memiliki solidaritas yang tinggi dengan sesamanya dan menjadikan penanganan pandemi covid19 ini lebih ringan untuk bisa kita lalui bersama sebagai komunitas masyarakat yang bersatu padu. (Jf)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00