Ribuan Demonstran RUU Cipta Jerja Omnibus law Bertahan di Bundaran Waru.

KBRN,Surabaya : Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja memunculkan penolakan yang berujung aksi demonstrasi di kalangan kelompok pekerja 'kerah biru' atau yang bekerja di sektor manufaktur.Gelombang massa unjuk rasa dari berbagai elemen serikat pekerja sudah tampak di seberang jalan Bunderan Waru Sidoarjo atau di depan City Of Tommorow (Cito) Mall Surabaya, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (11/3/2020).

Ribuan demonstran hampir setengah jam bertahan di sekitaran Bundaran Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Parah buru ini membawa dan membentangkan spanduk juga poster bertuliskan Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, buruh atau pekerja harus tahu bahaya RUU Cipta Kerja.

Mereka juga menyuarakan mengenai RUU Cilaka ini di antaranya hilangnya upah minimum, pekerja asing merajalela, PHK dipermudah, upah dihitung per jam dan sangsi pidana pengusaha dihilangkan.

Sementara itu, di sisi lain masih nampak personel gabungan TNI - Polri masih bersiaga mengamankan jalannya aksi unjuk rasa serta mengatur lalu lintas di sekitaran Bunderan Waru. Nampak juga polisi wanita (Polwan) Asmaul Husna.

Sebelumnya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim sebelumnya mengatakan, dua polres yaitu Sidoarjo dan Surabaya akan dikerahkan untuk mengamankan aksi. Personel dari Polda Jatim juga akan diperbantukan di sekitaran lokasi. 

Abdul Wachid, Direktur LBH Surabaya, salah satu unsur aksi massa mengatakan, titik aksi menolak omnibus law ini memang akan dipusatkan di sekitaran Bundaran Waru (jf)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00