Khofifah Buka Kongres Nasional V Koalisi Perempuan Indobesia

KBRN, Surabaya: Memasuki usianya yang ke 22 Tahun, Koalisi Perempuan Indonesia hari ini di Asrama haji Surabaya, menyelenggarakan kongres nasional ke V yang diawali dengan penyelenggaraan Festival Kepemimpinan Perempuan dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjulan (SDGS) Kegialan ini diwujudkan dalam bentuk seminar nasional dan berbagai lokakarya untuk menyusun peran perempuan dan strategi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Kongres Nasional ke V Koalisi Perempuan Indonesia adalah mekanisme pengambilan keputusan tertinggi tingkat nasional Koalisi Perempuan Indonesia. Kongres Nasional ini merupakan implementasi dari prinsip dan nilai organisasi, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yaitu demokrasi, transparansi dan akuntabilitas. Kongres Nasiona] ini merupakan forum penanggungjawaban pengurus nasional periode 2014 2019, perumusan agenda kerja 2020 2025 dan pemilihan pengurus periode 2020 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Kongres Nasional V di Asrama Haji menyampaikan, melalui Kongres Nasional ini menjadi pengingat atas komitmen internasional terkait tujuan pembangunan berkelanjutan. Jika ini dilakukan bersama-sama maka upaya mewujudkan ini akan mudah dicapai.

"Kalau tidak diingatkan begini Kita lupa bahwa ada komitmen internasional yang setiap tahun Kita harus menyampaikan Annual Report ke PBB. Dalam Annual Report itu akan memberikan suatau gambaran sejauh mana komitmen Indonesia menjalankan Suistanable Development Goals. Jika kita bergandengan tangan, upaya yang kita lakukan secara berkelanjutan maka komitmen -komitmen itu bisa dicapai."kata Khofifah, Kamis, (20/2/2020).

Dihadapan peserta Khofifah menjelaskan saat ini Jawa Timur masih memiliki pekerjaan rumah diantaranya ketimpangan kota dan desa di Jawa Timur, keterwakilan perempuan sebagai anggota legislatif dan kepala daerah, 

Sementara itu, Setnas Koalisi Perempuan Indonesia KPI Linarti mengatakan, Festival Keberdayaan Perempuan, menghadirkan lebih dari 1500 dari 1100 Desa dari 205 Kabupaten/Kota di 20 Provinsi, anggota legislatif perempuan, dan kepala Daerah Perempuan di Indonesia, untuk menunjukkan sumbangannya. Harapannya dan rencana ke depan dalam Pembangunan Indonesia mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Titik tekan kegiatan ini adalah bagaimana kepemimpinan perempuan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Ini dimaknai bukan sekedar fisik perempuan jadi pemimin, tapi juga gagasan dan tindakannya yang bisa menjadi inspirasi untuk mencapai perubahan dalam menuju SDGS bagi anggota masyarakatnya."ujar Linarti.

Dijelaskan, agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal SDG) yang memuat 17 Goal dan 169 target yang terkandung Dokumen Transforming our Word : The 2030 Agenda for Sustainable Development, telah disahkan, dalam Forum UN Summit, 25 27 September, bagian dari rangkaian Sidang Umum PBB (UN General Amembly UNGA) ke 70 Iahun 2015. Indonesia sebagai salah satu anggota PBB, berkomitmen dalam menjalankan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Pengalaman dan sumbangan perempuan dalam pencapaian SDG di tingkat individu, keluarga, Komunitasnya maupun organisasinya, dapat menjadi modalitas untuk memperkuat sumbangan perempuan dalam pencapaian SDG. Perempuan yang terdiri dari aktifvis, kelompok akar rumput, anggota parlemen, kepala daerah dan politisi perlu menyusun Rencana Aksi (Action Plan) dan Rambu rambu yang disepakati bersama (Command Plazform) untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Bekelanjutan (SDG) untuk periode 2020 2025."lanjutnya.

kongres nasional ke V yang diawali dengan penyelenggaraan Festival Kepemimpinan Perempuan di Surabaya diisi dengan seminar dan lokakarya diantaranya "Perempuan & Pembangunan Sosial " Menghapus Kemiskinan, kelaparan dan mewujudkan Indonesia Sehat, Pintar dan Adil Gender dengan Narasumber Srihastuti Sulistyaningrum, ST, MIDS (Bappenas), ”Perempuan & Pembangunan Ekonomi” Menghapus diskriminasi akses Energi Bersih, Kerja Iayak, kepemilikan asset dan kesempatan usaha bagi perempuan untuk mengakhiri ketimpangan dengan narasumber Dian Aryani (Presnas), Hari Putri Lestari (DPRD Provinsi) dan Perempuan & Pembangunan Lingkungan Mengakhiri krisis air bersih dan sanitasi Iayak, pencemaran lingkungan dan mewujudkan lingkungan Iestari menghadirkan narasumber Sumini, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LHPD) Damaran Baru, Kab. Bener Meriah, Aceh dan Nurhidayati dari Walhi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00