Survei Puspek Fisip Unair : Implementasi Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19, Sedang di Jawa, Tinggi di Luar Jawa

KBRN, Surabaya ; Universitas Airlangga melalui Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) menjabarkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam penanganan covid-19.

Studi itu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menangani situasi krisis pandemi Covid-19, dengan mengukur respon masyarakat terhadap sejumlah hal seperti implementasi kebijakan pemerintah, efektivitas kebijakan PSBB, kondisi struktural pemerintahan dalam situasi krisis pandemi, komunikasi kebijakan pemerintah dan dukungan politik masyarakat kepada presiden.

Koordinator Survei, Dr. Tuti Budirahayu, MS.i menjelaskan dalam survei yang dilakukan secara kuantitatif tersebut dilakukan pada 3 sampai 18 Juni 2020 dengan mengambil 800 responden yang tersebar di seluruh Indonesia khususnya di tujuh kepulauan (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua). 

"Studi ini menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap implementasi kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 di tingkat nasional berada di rentang sedang (Jawa) dan agak sedikit tinggi (luar Jawa).  Sementara efektivitas kebijakan PSBB di tingkat nasional menunjukkan respon yang cukup tinggi, namun di Jawa menunjukkan respon yang sedang, dan di luar Jawa respon masyarakat cenderung tinggi " katanya dalam diskusi online, Selasa (14/7/2020),

"Untuk kondisi struktural pemerintah dalam situasi krisis di tingkat nasional cenderung berimbang antara yang merespon sedang dan tinggi, di mana untuk masyarakat di Jawa lebih merespon sedang dan rendah, sedangkan masyarakat di luar Jawa merespon tinggi. Sedangkan komunikasi kebijakan pemerintah dalam situasi krisis dalam skala nasional menunjukkan rentang sedang di Jawa dan tinggi di luar Jawa.  Dan dukungan politik kepada presiden menunjukkan respon yang relatif sangat tinggi di tingkat nasional, baik di Jawa maupun luar Jawa." tambahnya

Selain itu, juga nampak bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah dalam menangani krisis pandemi covid 19, kecuali pada variabel dukungan politik kepada presiden, masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan bagi masyarakat (khususnya di Jawa), meskipun masyarakat di luar Jawa cenderung menunjukkan respon yang positif pada kualitas kinerja pemerintah.

Hal ini dapat diinterpretasikan, khususnya bagi masyarakat di Jawa, bahwa dukungan politik yang sangat besar kepada Presiden tidak selalu berbanding lurus dengan persepsi masyarakat terhadap performa/kinerja pemerintah. Artinya, secara tidak langsung, data yang tersaji dalam lima variabel itu menyiratkan bahwa tidak sepenuhnya variabel performa/kinerja Presiden diterjemahkan secara konsisten baik oleh pemerintah di level pusat maupun daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00