UTBK di Universitas Airlangga diapresiasi oleh peserta ujian.

KBRN , Surabaya :Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahap I sendiri saat ini sedang berlangsung hingga 14 Juli 2020 mendatang. Serangkaian alat pelindung diri disiapkan Panitia UTBK Universitas Airlangga (UNAIR) kepada para peserta UTBK agar proses ujian berjalan lancar. Tak hanya itu, UNAIR juga menyediakan Rapid Test gratis bagi peserta UTBK UNAIR tahun 2020. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan Covid-19 di antara peserta. 

Tahapan screening kesehatan ini juga diterbitkan oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini yang mewajibkan peserta ujian menunjukkan hasil non reaktif Rapid Test atau negatif PCR SWAB. 

Salah seorang peserta UTBK UNAIR 2020, Nur Lailatul Fitriyah Abidin, mengaku pelaksanaan UTBK di UNAIR berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi kesigapan UNAIR menjalankan protokol kesehatan bagi para peserta UTBK.

"Pelaksanaan UTBK di UNAIR sangat mematuhi protokol kesehatan. Sistemnya juga teratur dan tertib sehingga memudahkan para peserta untuk mengikuti ujian," ungkapnya

Peserta asal SMAS Al-Multazam Mojokerto ini juga mengapresiasi adanya Rapid Test gratis bagi para peserta."Sebelum masuk ruangan harus menunjukkan hasil Rapid Test, jika belum punya akan diarahkan untuk tes gratis," sambungnya. Menurutnya pelaksanaan UTBK di UNAIR sudah sangat baik, karena UNAIR telah menyiapkan serangkaian protokol kesehatan bagi para peserta.

Sementara itu peserta yang tidak bisa mengikuti ujian karena suhu tubuhnya tidak memenuhi syarat, atau hasil Rapid Test-nya reaktif tetap dapat mengikuti ujian tahap II, yang dilaksanakan pada tanggal 20-29 Juli 2020.

Seperti salah satu peserta UTBK UNAIR Daffa Dzaki yang harus mengikuti ujian tahap II karena hasil Rapid Test miliknya menunjukkan reaktif. Peserta UTBK ini awalnya melakukan Rapid Test di Kampus B UNAIR pada Selasa (7/7) pukul 08.20 WIB sebagai persyaratan untuk mengikuti UTBK. Namun terjadi perubahan hasil Rapid Test dari nonreaktif menjadi reaktif, karena setelah menunggu hasil Rapid Test selama 30 menit, hasil Rapid Test yang awalnya nonreaktif tersebut berubah menjadi reaktif,Meski jarang terjadi, Daffa Dzaki harus menerima hasil tersebut dan menunda ujian di tahap II.

Pihak UNAIR menyebutkan, penundaan ujian dilakukan untuk melindungi Daffa Dzaki agar dalam kondisi sehat saat melaksanakan UTBK UNAIR 2020. Pihak UNAIR juga telah bertemu langsung dengan orang tua Daffa Dzaki.

“Prinsipnya panitia dan keluarga sangat mendukung agar saudara Daffa bisa mengikuti ujian UTBK tahap kedua,” ujar Ketua Panitia UTBK Pusat Universitas Airlangga Surabaya Prof Junaidi Khotib.

Ia menjelaskan, segala bentuk keputusan panitia dilakukan berdasarkan prosedur protokol pencegahan COVID-19 dan aturan yang dikeluarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

UNAIR terus memaksimalkan upaya pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan dalam UTBK tahun ini di seluruh lokasi pusat UTBK UNAIR. Seluruhnya didasarkan pada asas-asas protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00