Polisi, Pembakar Mobil Via Vallen Penggemar yang Sakit Hati

KBRN, Surabaya : Polisi telah menyelesaikan olah TKP, pemeriksaan terhadap beberapa saksi, rekaman kamera CCTV, dan keterangan P, terkait pembakaran mobil pedangdut Via Vallen, hasilnya pelaku mengaku sakit hati dan tersinggung.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, mengungkap motif pelaku jengkel dan tersinggung kepada keluarga Via yang tak mau menerima dirinya untuk bertemu dengan sang idola.

"Si pelaku ini menginginkan untuk bisa ketemu, untuk bisa bertatap muka dengan Via, sudah diupayakan dua kali, tapi pengakuan pelaku tidak bisa ketemu dengan Via," ungkap Sumardji.

Menurut Sumardji, untuk bisa bertemu Via Vallen pelaku meninggalkan pekerjaannya di Cikarang. Bahkan untuk bisa bertemu idolanya itu P harus menumpang truk untuk bisa sampai di Sidoarjo.

"Tersangka ini juga mengaku sudah 10 hari ini, dirinya tidur dan makan ala kadarnya, karena tak memiliki sanak saudara di sidoarjo," terangnya.

P disebut merupakan warga Kota Medan yang beralamat di Jalan Pabrik Tenun, Kelurahan Sie Putih Timur, Kecamatan Medan, Kota Medan

Selama tujuh hari berada di Sidoarjo, P mengatakan ia tidur di depan warung dekat jalan masuk menuju Desa Kalitengah, kawasan tempat Via tinggal.

Hanya bermodalkan informasi dari media sosial dan tanya pada warga sekitar, P akhirnya menemukan rumah sang idola.

Polisi pun telah menaikkan status pelaku pembakaran mobil Via Vallen menjadi tersangka, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00